Dugaan Kredit Fiktif BRI Cabang Batu, Kejari Sudah Periksa 123 Saksi

Kasi Pidsus Kejari Batu Pujo Rasmoyo
Sumber :
  • Dok. Pribadi

Batu, VIVA – Sebanyak 123 saksi sudah diperiksa penyidik Kejaksaan Negeri Kota Batu dalam dugaan kasus Kredit Usaha Rakyat (KUR) fiktif di tubuh Bank BRI Cabang Batu.

Kejari Pastikan Penyidikan Dugaan Korupsi KUR BRI Cabang Batu Tetap Berlanjut

Kasi Pidsus Kejari Batu, Pujo Rasmoyo membenarkan informasi tersebut. Alasan sudah ada ratusan saksi yang dipanggil karena dalam kasus ini melibatkan banyak pihak dari oknum bank serta debitur. 

"Saat ini sudah ada 123 saksi dipanggil, tujuannya yaitu untuk mengkroscek benar tidaknya para debitur. Terlebih kasus ini melibatkan banyak orang. Intinya kasus terus berjalan, dan nanti perkembangan seperti apa? pasti kita sampaikan," ujarnya, Selasa 20 Agustus 2024.

Kejari - BPN Kota Batu Teken MoU Kerjasama Pelayanan Hukum Tata Usaha Negara

Sebelumnya, Kejari Kota Batu dalami dugaan kasus KUR fiktif yang dilakukan oleh Bank BRI Cabang Batu sejak dikeluarkannya Surat Perintah Penyidikan (Sprindik) pertanggal 13 Maret 2024.

Penyidik tengah fokus melakukan pendalaman agar bisa segera menetapkan tersangka, karena dalam kasus ini tentu melibatkan banyak pihak antara bank dan debitur.

Progres Dugaan Kredit Fiktif BRI Cabang Batu, 70 Saksi Sudah Diperiksa

Dalam pendalaman sementara ada dua modus yang dilakukan yaitu topengan dan tempilan. Untuk modus topengan, yang bersangkutan (pihak bank.red), membuat subjek seolah-olah mengajukan pinjaman. Padahal faktanya tidak melakukan pinjaman, dan pihak dari bank mengambil pencairan uang tersebut secara full. 

Kemudian untuk modus tempilan pihak bank mencari subjek yang seolah-olah membutuhkan pinjaman, namun pencairannya tidak sesuai. Jadi misalnya ada orang yang pinjam KUR Rp 20 juta, tapi oleh pihak bank dilakukan up sampai Rp 50 juta. Dari selisih pencairan tersebut ada dipakai sendiri oleh pihak bank.

Diketahui dalam keterangan beberapa saksi banyak nama debitur yang dipakai dalam kasus KUR fiktif tersebut. Untuk kerugian uang negara yang disebabkan dalam dugaan kasus ini, pihaknya tengah menunggu hasil perhitungan dari ahli perbankan merujuk dari barang bukti (BB) yang sudah diambil antara lain bukti print out pencairan, dan keterangan para saksi.