Nekat Jual Sabu-sabu, Tukang Las Dibekuk Polisi

Pelaku saat diinterogasi Kasat Narkoba Polres Jombang
Sumber :
  • Elok Apriyanto

Jombang, VIVA – Nekat menjual narkoba jenis sabu-sabu, Imam Sutrisno (35), seorang tukang las, asal Desa Kwaron, Kecamatan Diwek, Jombang, Jawa Timur dibekuk polisi.

img_title Sempat Hilang 15 Jam di Sungai, Bocah Asal Jombang Ditemukan Meninggal Dunia

Imam ditangkap polisi dari Satresnarkoba Polres Jombang, saat mengemas sabu-sabu di dalam rumahnya untuk kemudian diedarkan pada para pelanggannya.

Kasat Narkoba AKP Komar Sasmito mengatakan, Imam diringkus di kediamannya pada Rabu 24 April 2024 kemarin. 

img_title Santri dari Berbagai Daerah Adu Inovasi Bisnis di BISANTREN 2025 Unhasy Jombang

"Saat dilakukan penangkapan, pelaku sedang membungkus sabu-sabu untuk diedarkan.Penangkapan terhadap terlapor karena diduga menjual dan menyimpan Narkotika jenis sabu," kata Komar, Kamis 2 Mei 2024.

Dari hasil penangkapan ini, sambung Komar, polisi berhasil menemukan 9 bungkus palastik berisi sabu. Yang disimpan dalam bungkus rokok bekas.

img_title Ribuan Runners Meriahkan Jombang Adhyaksa Playon 2025 di Hari Jadi Jombang ke-115

"Anggota juga menyita uang tunai sejumlah Rp 800 ribu dari hasil penjualan sabu. Total barang bukti sabu yang kita amankan seberat 6,4 gram," ujarnya.

Komar menjelaskan, dari keterangan pelaku, bisnis barang haram itu baru berjalan sekitar 5 bulan. Sistem yang digunakan pelaku saat beroperasi menggunakan sistem ranjau.

"Pelaku ini dapat narkoba dari pelaku di atasnya, yang kini masih dalam penyelidikan anggota," tuturnya.

Atas perbuatannya, Imam dijerat dengan pasal 114 ayat (2) Subsider pasal 112 ayat (2) UU R.I. No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

"Sejauh ini, pelaku mengaku sudah 4 kali mengambil barang dari seseorang untuk dijual. Untuk 1 gram sabu, ia ecer menjadi 16-18 paket dengan berat rata-rata 0,22 gram. Keuntungan 1 gram sabu itu sekitar Rp 800 ribu," kata Komar.

Sementara itu, Imam mengaku terpaksa mengedarkan sabu untuk memenuhi kebutuhan ekonomi keluarganya.

"Sudah 5 bulan ini menganggur karena tidak ada pesanan jasa las listrik. Uangnya buat kebutuhan sehari-hari," ujar Imam.