Kisah Perjuangan Petugas Pantarlih di Pasuruan, Rela Naik Turun Gunung demi Coklit Warga

Petugas Pantarlih saat mendatangi warga di ladangnya
Sumber :
  • VIVA Malang (Hari Mujiyanto/Pasuruan)

Pasuruan, VIVA – Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Pasuruan terus melakukan pemutakhiran data pemilih (pantarlih) guna mensukseskan Pilkada pada 27 November 2024 mendatang. Suka duka perjuangan petugasnya perlu mendapat apresiasi.

KPU Batu Umumkan 616 Orang Dinyatakan TMS

Mendekati masa berakhirnya pantarlih pada 24 Juli 2024 mendatang, KPU terus menggenjot petugas pantarlih dalam melakukan pencocokan dan penelitian (coklit) data pemilih. Namun di sisi lain, proses coklit oleh petugas pantarlih memamg butuh perjuangan tersendiri.

Seperti diketahui, kawasan teritorial Kabupaten Pasuruan tidak hanya berupa dataran rendah saja, tapi juga ada yang terletak jauh di pengunungan. Salah satunya yakni di Dusun Surorowo Desa Kayukebek Kecamatan Tutur. 

Tujuan Bawaslu Kota Batu Buka Posko Kawal Hak Pilih untuk Pilwali

Untuk mencapai satu titik pemukiman penduduk di sana ternyata harus melalui medan yang terjal, naik turun perbukitan untuk mencapai rumah warga yang akan dilakukan coklit data. 

Kisah perjuangan ini seperti dialami Novi Rahma Putri, salah satu petugas pantarlih KPU Kabupaten Pasuruan. Kepada Viva Malang, ia menuturkan suka duka pengalamannya dalam melakukan coklit. Seperti salah satunya harus menjemput warga di ladangnya.

105 Anggota PPK Pilkada Jombang 2024 Resmi Dilantik KPU

Hal ini memang sudah menjadi hal yang mafhum karena masyarakat Dusun Surorowo Desa Kayukebek mayoritas bekerja sebagai petani. Jika pada siang hari tidak pernah ada di rumah. Maka dari itu, petugas pantarlih harus rela menjemput mereka ke ladang.

"Untuk menemui warga harus naik turun bukit menuju ladang, lokasinya di lereng bukit. Mau tidak mau ya kita harus kuat fisik untuk jemput warga yang sudah terlanjur berangkat ke ladang. Kota jemput, kita ajak ke rumahnya untuk coklit," terang Novi, Senin 8 Juli 2024.

Halaman Selanjutnya
img_title