Kementerian Pertanian Tingkatkan IP di Lahan Rawa agar Produksi Beras Melimpah

Kepala BPPSDMP Kementan, Dedi Nursyamsi.
Sumber :
  • VIVA Malang / Uki Rama

Kementan juga menggalakkan program bantuan pompanisasi, khususnya di lahan persawahan tadah hujan ber-IP satu yang dekat dengan sumber air. Program ini akan dilakukan 500 hektare di Pulau Jawa dan 500 hektae di luar Pulau Jawa.

Demi Sembako, Tukang Becak di Jombang Rela Antri Sejak Subuh hingga Tertidur

"Kita punya lahan tadah hujan 3 hingga 4 juta hektare, yang baru tanam satu kali dalam satu tahun karena apa irigasinya hanya mengandalkan hujan. Kalau ini kita tingkatkan IP-nya jadi dua kali, produksi kita juga akan meningkat," tutur Dedi. 

Kementan juga menggalakkan tumpang sisip padi gogo di lahan perkebunan sawit dan kelapa yang sedang mengikuti program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR).

Harga Masih Mahal, Beras Premium di Jombang Langka Sejak Sebulan yang Lalu

"Kita ada lahan sawit dan kakao sekitar 500.000 hektare untuk program tumpang sisip padi gogo. Sehingga yang tadinya tidak bisa tanam menjadi tanam," kata Dedi.

Untuk itu, Kementan melatih jutaan petani dan penyuluh untuk mengantisipasi darurat pangan nasional. Mereka menyelenggarakan PSPP Volume 10 Tahun 2024 bagi Petani, Penyuluh Pertanian, dan Bintara Pembina Desa (Babinsa) dengan tema 'Gerakan Antisipasi Darurat Pangan Nasional'. 

Harga Beras di Pasar Jombang Mahal, Konsumen Pilih Kurangi Porsi Makan

Kementan ingin meningkatkan pemahaman peserta dalam peningkatan produksi padi melalui optimalisasi lahan rawa dan pompanisasi di lahan sawah tadah hujan serta pemanfaatan lahan perkebunan untuk padi.

PSPP ini dilaksanakan selama tiga hari, sejak 5 hingga 7 Juni 2024 di Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan, Malang untuk luring. Sementara pelatihan daring dilakukan serentak di UPT Pelatihan Pertanian, Kantor Dinas Pertanian Provinsi dan Kabupaten/kota, Balai Penyuluhan Pertanian (BPP), dan Kantor Koramil di seluruh Indonesia.

Halaman Selanjutnya
img_title