Jawab Kebutuhan Zaman, Binus Malang Kenalkan Program Digital Psychology

Direktur BINUS Malang, Dr. Robertus Tang Herman, S.E., M.M.,
Sumber :
  • VIVA Malang / Uki Rama

"Program ini dirancang untuk melahirkan generasi profesional berwawasan ilmu psikologi mendalam dan mampu memanfaatkan teknologi dan data sebagai solusi berbasis digital untuk meningkatkan kesejahteraan mental," tutur Raymond. 

img_title Dialog dengan Kaum Muda, Paslon Petahana Sampaikan Gagasan Atasi Gengster di Jombang

Dalam peresmian Program Digital Psychology itu juga diwarnai dengan talkshow yang dirancang untuk mengeksplorasi peran ilmu psikologi dalam perkembangan digital. Selain itu juga menjadi wadah para pakar untuk berbagi wawasan tentang integrasi ilmu psikologi dengan teknologi digital.  

Pakar data science dan gamification, Junialdi Dwijaputra yang menjadi pemateri acara itu menyampaikan bahwa data science memiliki hubungan yang erat dengan teknologi digital. 

img_title 50 Persen Pemilih di Pilkada Kabupaten Malang Generasi Milenial dan Gen Z

"Saya percaya bahwa data science memiliki hubungan yang erat dengan bagaimana aplikasi dan teknologi dapat mempengaruhi suasana hati serta kesehatan mental penggunanya," kata pria yang menjadi Head of Business - Gamification dari Agate. 

Talkshow ini tidak hanya memberikan wawasan baru kepada para peserta, tetapi juga menegaskan komitmen BINUS Malang dalam mempersiapkan lulusannya untuk menghadapi tantangan masa depan, baik dari segi teknologi maupun kesejahteraan mental.

img_title PKKMB UNIKAMA 2024 Ditutup Penampilan Seru dan Kreatif dari Mahasiswa Gen Z

Sebagaimana diketahui, teknologi digital telah membawa revolusi besar dalam berbagai aspek kehidupan. Namun teknologi digital juga memunculkan dampak psikologis seperti stres, kecemasan hingga kecanduan. 

Untuk itu, bekerja di industri saat ini perlu memahami ilmu psikologis agar bisa menunjang kinerja yang produktif dan inovatif. Dalam program digital psychology, mahasiswa akan dibekali ilmu pengembangan teknologi inivatif, berkelanjutan, beretika dan berbasis kesejahteraan mental.  

"Program ini menghubungkan ilmu psikologi dan teknologi. Program ini menekankan pentingnya memahami perilaku manusia melalui big data, AI,

serta penggunaan teknologi untuk mengatasi isu-isu psikologis yang muncul akibat paparan teknologi," kata Derwin Suhartono, selaku Dean School of Computer Science.

"Lulusan dari program ini akan dibekali dengan kemampuan untuk menciptakan solusi teknologi yang dapat membantu dalam pengembangan terapi berbasis digital, alat pemantauan kesehatan mental, serta sistem intervensi psikologis yang lebih akurat dan personal," tambahnya.