Melihat Budidaya Kemiri di Lereng Gunung Anjasmoro Jombang

Kemiri yang dihasilkan dari lereng gunung Anjasmoro, Wonosalam.
Sumber :
  • Elok Apriyanto

"Jadi harus jeli kalau mencari di hutan," ujarnya.

NU Wonosalam Jombang Luncurkan Tembang Lagu untuk Kado Peringatan Hari Santri Nasional

Lebih lanjut, Tria bersama keluarganya, sudah bertahun-tahun menjadi pengepul kemiri ini, menerima hasil buruan dari warga.

Untuk, kemiri basah yang didapat dari hutan, kemudian dijemur sampai kering. Proses penjemuran biasanya membutuhkan waktu sekitar 5-2 minggu tergantung cuaca. 

Begini Keseruan Tradisi Wiwit Kopi di Kampung Adat Wonosalam Jombang

"Tapi kalau hujan-hujanan seperti saat ini bisa 2 minggu waktu yang dibutuhkan untuk proses pengeringan kemiri," tuturnya.

Perlu diketahui tanaman dengan nama latin aleurites moluccanus ini, dapat dimanfaatkan bijinya sebagai bahan pembuatan minyak dan rempah-rempah. 

Tarik Minat Warga Jepang, Begini Pengolahan Kopi Exelsa Wonosalam Jombang

"Tapi di sini, sebagian warga juga memanfaatkan untuk bumbu masak serta campuran sambal pecel. Harganya kalau dijual itu Rp 9.000 per 127 biji," kata Tria.

Ia pun menjelaskan bahwa harga jual kemiri di pasar, saat ini cenderung menurun. Dari sebelumnya seharga Rp 50.000 per kilogram menjadi Rp 35.000 per kilogram.

Halaman Selanjutnya
img_title