Demi Ketahanan Air dan Pangan, Bulog Tanam 413 Bibit Pohon di Arboretum
- VIVA Malang / Galih Rakasiwi
"Masyarakat sering bertanya apa manfaat langsung dari konservasi. Dengan adanya pohon produktif yang berbuah, masyarakat dapat merasakan dampak ekonomi dan lebih antusias merawatnya," ujar Yunus.
Selanjutnya, Direktur Human Capital Bulog, Sudarsono Hardjosoekarto menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Bulog yang berfokus pada keamanan pangan. Pasalnya, konservasi lingkungan tidak hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga melibatkan seluruh elemen masyarakat untuk keberlanjutan hidup.
"Ketahanan pangan sangat bergantung pada ketersediaan air. Sebagai negara agraris, kita harus melindungi hulu-hulu sungai seperti Brantas yang menjadi sumber irigasi utama. Dengan langkah ini, Bulog turut mendukung upaya pemerintah dalam mengurangi ketergantungan pada impor beras," katanya.
Ia juga memuji sinergi antara Bulog, PJT I, dan Yayasan Nurhayati Alima dalam melaksanakan program yang tidak hanya berorientasi pada lingkungan, tetapi juga memiliki dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.
"Program konservasi ini diharapkan menjadi langkah awal menuju keberlanjutan cadangan air dan ketahanan pangan. Tanaman produktif seperti Alpukat Hass diharapkan menjadi simbol transformasi nyata yang mampu menggerakkan masyarakat untuk bersama-sama melindungi sumber daya alam," tuturnya.