Pria Paruh Baya di Jombang Ditemukan Tewas dalam Rumahnya
- VIVA Malang (Elok Aprianto-Jombang)
Jombang, VIVA – Pria paruh baya bernama Handoko (51) warga jalan Raden Fatah gang XII Kelurahan Kepanjen, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, ditemukan meninggal di dalam rumahnya sendiri.
Korban ditemukan oleh keluarganya saat hendak mengantar bubur, pada Kamis 18 Juli 2024, sekitar pukul 07.30 WIB.
Diduga penyakit asam lambung yang sudah lama diderita korban sejak lama itu kambuh. Hingga akhirnya korban ditemukan meninggal dunia.
Kapolsek Jombang, AKP Soesilo membenarkan adanya informasi seorang warga Kelurahan Kepanjen meninggal mendadak pagi tadi.
"Iya, benar ini tadi kami menerima laporan kejadian meninggal dunia di dalam rumah yang beralamat di Jl. Raden Fatah Gg XII Kelurahan Kepanjen," kata Soesilo.
Lebih lanjut, Soesilo menjelaskan semula kakak kandung korban ini, mendatangi rumah korban pada pukul 07.30 WIB, untuk mengantarkan bubur.
"Korban ini adik kandung dari pelapor. Saat antar bubur mendapati pintu ruang korban terbuka namun kondisi pintu gerbang masih tertutup," ujarnya.
Lantaran penasaran dengan kondisi rumah seperti itu, sambung Soesilo akhirnya kakak korban ini mencoba melihat ke dalam rumah.
"Kakaknya ini melihat korban sudah meninggal dunia dalam posisi tengkurap dengan kaki kiri berada di atas tempat tidur lantai yang berada di ruang tamu," tuturnya.
Selanjutnya kakak korban melaporkan peristiwa tersebut ke Polsek setempat. Usai menerima laporan selanjutnya anggota Polsek beserta tim inafis Polres Jombang mendatangi TKP dan melakukan olah tempat kejadian perkara.
Selain itu, lanjut Soesilo anggota juga melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi, termasuk kerabat korban.
Dari hasil pemeriksaan tersebut, diketahui bahwa korban ini sebelumnya, atau sekitar 2 minggu lalu, menjalani pemeriksaan di salah satu rumah sakit swasta.
"Sebelumnya sekira 2 minggu yang lalu yakni pada tanggal 9 Juli 2024 pukul 13.00 WIB, korban sempat dibawa ke RS Moedjito dan didiagnosa sakit asam lambung," katanya.
Tak hanya itu, korban pada hari yang sama tepatnya pada pukul 18.00 WIB, korban juga dibawa ke klinik salah satu dokter di daerah lain.
"Kemudian sore pukul 18.00 WIB, korban dibawa ke Dr. Fauzan dan didiagnosa sakit kram usus," ujarnya.
Dari keterangan keluarga, diketahui bahwa korban sempat terakhir kontak komunikasi dengan keluarga pada 13 Juli 2024.
"Kakak korban ini terakhir berkomunikasi dengan korban pada tanggal 13 Juli 2024 pada saat mengantar bubur ke rumahnya karena korban tinggal sendirian dirumahnya," tuturnya.
Berdasarkan riwayat tersebut, dan berdasarkan hasil pemeriksaan bersama tim medis, petugas tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada jasad korban.
Sehingga korban dinyatakan meninggal dunia akibat penyakit kronis yang diidapnya selama ini.
"Setelah dilakukan pemeriksaan bersama-sama oleh dokter dan bidan Kelurahan Kepanjen tidak ditemukan bekas penganiayaan atau pemukulan benda tumpul maupun keracunan," kata Soesilo.
"Senin kematian korban murni karena memiliki riwayat penyakit hipertensi dan lambung yang dialaminya," ujarnya.