KPK Serius Dalami Setoran Rp560 Miliar Dari Lukas Enembe ke Kasino di Singapura

Ketua KPK Firli Bahuri di RSPAD Gatot Soebroto
Ketua KPK Firli Bahuri di RSPAD Gatot Soebroto
Sumber :
  • VIVA/Andrew Tito

Malang – Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri mengatakan mereka kini serius mendalami terkait adanya dugaan judi kasino Gubernur Papua Lukas Enembe di Singapura. Lukas Enembe sendiri telah ditahan dan berstatus tersangka atas kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait pembangunan proyek infrastruktur di Provinsi Papua.

Dugaan aliran uang ke kasino bermula dari informasi Pusat Pelaporan Analisis dan Transaksi Keuangan (PPATK) terkait adanya dugaan judi kasino Lukas Enembe di Singapura. Dalam laporannya, PPATK menemukan adanya transaksi tidak wajar yang dilakukan Lukas Enembe yakni sebesar Rp560 miliar ke sebuah judi kasino.

"Tentang informasi yang berdasarkan laporan hasil analisis PPATK, itu kita akan menindaklanjuti, bagaimana dengan tindak pidana yang beredar dan digunakan LE di kasino," kata Firli kepada wartawan di RSPAD Gatot Subroto, Rabu, 11 Januari 2023 dikutip dari VIVA.co.id. 

Sebelumnya diberitakan, Ketua PPATK, Ivan Yustiavandana mengungkapkan, pihaknya telah melakukan penelusuran keuangan milik Gubernur Papua Lukas Enembe sejak dari tahun 2017 lalu. Menurut Ivan, PPATK menemukan adanya sejumlah transaksi yang tidak wajar yang dilakukan oleh tersangka kasus korupsi itu senilai Rp560 Miliar ke sebuah kasino. 

"Sebagai contoh salah satu hasil analisis itu adalah terkait dengan transaksi setoran tunai yang bersangkutan di kasino judi senilai 55 juta dolar atau 560 miliar, itu setoran tunai dilakukan dalam periode tertentu," kata Ivan di Kantor Kemenko Polhukam, Senin 19 September 2022.

Menurut Ivan, setoran tunai itu dilakukan Lukas Enembe dalam periode waktu tertentu. Bahkan ada periode waktu yang sangat pendek, namun Lukas menyetorkan dananya dalam jumlah yang cukup besar, sekitar 5 juta dollar Singapura

"Bahkan ada dalam periode pendek setoran tunai itu dilakukan dalam nilai yang fantastis 5 juta dollar dan PPATK juga menemukan adanya pembelian perhiasan dari setoran tunai tadi pembelian jam tangan itu 55.000 Dollar itu sekitar Rp550 juta," ujar Ivan.