Idul Adha Asik Dengan Tradisi Santri Nyate di Ponpes Tebuireng Jombang

Santri Tebuireng saat nyate bareng.
Sumber :
  • VIVA Malang (Elok Apriyanto/Jombang)

Jombang, VIVA – Di Pondok Pesantren (ponpes) Tebuireng, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, terdapat tradisi unik yang dilakukan para santri pada momen idul adha.

Lebaran ke 3 di Jombang, Antrian Kendaraan Mengular dari SPBU hingga Mengkreng

Seperti momen idul adha kali ini. Para santri mengolah daging kurban menjadi makanan olahan jenis sate. Kegiatan nyate ini dilakukan secara masal oleh para santri di halaman pondok.

Seusai salat idul adha, para ikut membantu menyembelih hewan kurban sebanyak 27 ekor sapi kurban. 

Mobil Rombongan Keluarga Pemudik dari Tuban Terbakar di Jombang

Setelah disembelih daging ini dibagikan pada masyarakat di sekitar pondok. Total ada 5.000 besek bambu berisi daging sapi yang dibagikan khusus untuk warga.

Kondisi ini membuat naluri, emak-emak di sekitar pondok, rela mengantri untuk mendapatkan daging kurban dari pondok.

Hari Ke 2 Lebaran di Jombang, Antrian Kendaraan Mengular hingga 12 Kilometer

Abdul Rafiq (15 tahun) santri Ponpes Tebuireng asal Jakarta ini mengatakan, pada idul adha tahun ini, para santri giat membantu proses penyembelihan hewan kurban di pondok.

Usai proses tersebut, santri juga terlibat dalam pembagian daging kurban untuk warga sekitar pondok. Setelah prosesi itu, barulah para santri membuat sate masal.

"Lagi bakar sate. Setelah salat idul adha temen-temen lihat dan bantu pemotongan daging kurban. Baru setelah dibagikan, kita bakar-bakar ini," kata Rafiq, Senin, 17 Juni 2024.

Momen ini merupakan momen terindah bagi para santri. Karena pada momen nyate bareng itu, para santri bisa bertukar cerita pada sesama santri.

"Ya seru banget sih, kalau di rumah mungkin tidak bisa cerita-cerita, kalau di sini makin banyak lah pengalamannya," ujarnya.

Makanan sate yang dibakar oleh para santri ini, nantinya akan disantap bareng bersama santri lainnya, yang sudah membuat olahan daging kurban lainnya, seperti gulai dan lain sebagainya.

"Sate yang sudah dibakar mungkin masih 30 an lah, nanti makan bareng sama temen. Di kamar sudah ada yang bikin gule, sop daging dan lain-lain, alhamdulillah senang," tuturnya.

Sementara itu, Haji Lukman Hakim selaku Mundir Ponpes Tebuireng Jombang menjelaskan, hewan kurban yang disembelih para santri ini berasal dari santri dan para tokoh masyarakat. Totalnya ada 27 ekor sapi kurban.

"Santri yang diserahkan kurban dari tokoh masyarakat semuanya ada 27 hewan kurban," kata Lukman.

Ia pun menjelaskan bahwa di Ponpes Tebuireng memang terdapat tradisi nyate bareng yang diikuti ribuan santri pondok. Selain itu daging kurban ini akan dibagikan pada masyarakat di Jombang.

"Yang nyate bareng saat ini kurang lebih 4 ribu an santri. Nanti juga kita akan bagikan daging kurban kepada masyarakat dengan mempersiapkan sebanyak 5 ribuan besek bambu," ujarnya.

"Ya ini bukan jadi tradisi lagi, melainkan sudah merupakan dakwah dari pondok pesantren Tebuireng," tuturnya.

Ia menyebut sapi kurban yang disembelih santri pondok ini berasal dari berbagai daerah. Dan terjauh ada yang dari luar negeri. 

"Pemberian sapi kurban paling jauh dari Taiwan," kata Lukman.

Perlu diketahui dengan adanya tradisi ini, diharapkan akan terus memberikan berkah dan kemanfaatan baik pada pihak yang menitipkan hewan kurban di Ponpes, maupun pada kalangan para santri, hingga masyarakat yang menerima daging kurban tersebut.