Koalisi Perempuan Desak Jokowi Hentikan Penyalahgunaan Kekuasaan dalam Pemilu 2024

Presiden Jokowi saat kunjungan ke Malang.
Sumber :
  • VIVA Malang/Moh Badar Risqullah

Malang, VIVA – Ratusan individu dan organisasi perempuan yang tergabung dalam Koalisi Perempuan Penyelamat Demokrasi dan HAM mendesak Presiden Jokowi menghentikan penyalahgunaan kekuasaan dalam Pemilu 2024.

Operasi Keselamatan Semeru 2024 Dimulai 4 Maret, Ini Target Sasaran Satlantas Polresta Malang Kota

Hal tersebut diungkapkan Koalisi Perempuan Penyelamat Demokrasi dan HAM dalam aksi bertajuk Mimbar Demokrasi Perempuan yang digelar di kawasan Patung Kuda, Jakarta, pada Jumat, 9 Februari 2024.

Dalam aksi Mimbar Demokrasi Perempuan tersebut, para peserta tampak mengenakan baju bernuansa ungu. Hal itu sebagai simbol perjuangan para perempuan menolak penyalahgunaan kekuasaan.

Cari Bakat Siswa, SMK Sri Wedari Malang Gelar Turnamen e-Sport Mobile Legend

Aksi Mimbar Demokrasi Perempuan ini juga diisi dengan pembacaan orasi, puisi, dan lagu merespon kondisi demokrasi Indonesia yang sangat buruk di bawah kepemimpinan Presiden Jokowi.

Melalui aksi tersebut, Koalisi Perempuan Penyelamat Demokrasi dan HAM pun mendesak Presiden Jokowi untuk menghentikan penyalahgunaan kekuasaan dalam kontestasi Pemilu 2024.

Dinas PUPR Jombang Anggarkan Rp4,7 Miliar Untuk Perbaiki Ruas Jalan Cukir-Mojowarno

Koalisi menilai, apa yang dilakukan Jokowi tersebut tidak sesuai dengan Nawacita Presiden di tahun 2014, yaitu pemerintah yang berjanji untuk tidak absen dan akan memberikan prioritas pada upaya memulihkan kepercayaan publik pada institusi-institusi demokrasi dengan melanjutkan konsolidasi demokrasi melalui reformasi sistem kepartaian, pemilu, dan lembaga perwakilan.

Presiden Jokowi, kata Koalisi, juga telah meninggalkan nilai-nilai demokrasi berperspektif perempuan, dimana suara perempuan yang kritis terhadap sikap presiden tidak dianggap penting.

Halaman Selanjutnya
img_title