Atlet Sepeda BMX Kota Batu Berhasil Raih Prestasi Membanggakan di Blitar
- VIVA Malang / Galih Rakasiwi
Batu, VIVA – Atlet ISSI Kota Batu kembali berjaya di Kejuaraan BMX Cross Blitar 2024 yang diselenggarakan oleh GGMM di Sirkuit BMX Togokan, Srengat, Kabupaten Blitar, Minggu 20 Mei 2024.
Dalam perlombaan yang dihadiri oleh para peserta dari wilayah Jawa Timur dan Jawa Tengah tersebut para pembalap cilik yang tergabung di tim Afos Katana Family (AKF) tersebut berhasil membawa pulang sembilan piala dari beberapa kategori.
Antara lain kelompok girls ada Salsabila yang mampu menjadi juara 2 kategori Challenge Girls 5-6 tahun, Agao juara 3 Challenge Girls 9-10 tahun, Fira Juara 3 Challenge Girls 13-14 tahun, dan Gisel Juara 4 Challenge Girls 13-14 tahun.
Kemudian kelompok boy antara lain Rehan Juara 1 Challenge boy 7-8 tahun, Aang Juara 5 Challenge boy 7-8 tahun, Dewa Shaka Juara 1 Challenge boy 9-10 tahun, Al-barra Juara 5 Challenge boy 9-10 tahun, dan Kenan Juara 2 Challenge boy 7-8 tahun.
Kemudian untuk pembalap lain seperti Arjuna, Juno, Davin, Dion, Reval, dan Noah masih belum beruntung namun menunjukkan kerja keras pantang menyerah yang luar biasa.
Assisten pelatih AKF, Dhana Filtra Gorri mengatakan capaian tersebut tak lepas dari persiapan matang dan konsisten para rider dalam menjalankan program latihan. Meski begitu Dhana berpesan agar para rider tak cepat merasa puas dan terus berlatih sungguh-sungguh, karena dalam waktu dekat masih banyak kejuaraan lain yang menanti.
"Alhamdulillah kemarin anak-anak sudah mengeluarkan kemampuan terbaik dalam perlombaan. Yang sudah prestasi harus meningkatkan capaian dan saya optimis bagi pembalap yang belum beruntung segera meraih prestasi, tidak boleh ada kata putus asa," katanya, Selasa 21 Mei 2024.
Untuk persiapan yang dilakukan sebelum perlombaan di Blitar, hampir setiap hari Minggu anak-anak berlatih ke Sirkuit Velodrome, Kota Malang untuk menguasai track besar. Sebab selama ini para rider berlatih di single track. Selain itu, ada beberapa evaluasi yang dilakukan supaya mereka semakin matang dan bisa meningkatkan prestasi. Konsisten latihan dan jam terbang adalah kunci.
"Secara umum seluruh atlet, masih belum bisa menguasai track dengan sempurna karena belum terbiasa di track besar. Meski dalam keterbatasan fasilitas, mentalitas, tekat, dan kegigihan anak-anak mampu menutupi kekurangan tersebut dan terus meraih prestasi," ujarnya.