Ini yang Harus Dilakukan Startup Agar Bebas dari Tsunami PHK

Ini yang Harus Dilakukan Startup Agar Bebas dari Tsunami PHK
Sumber :

Selama ini, kata Tesar, model bisnis yang kerap dilakukan startup adalah 'bakar uang' dan bukan mengejar profit layaknya bisnis sesungguhnya. Selama lima sampai 10 tahun terakhir, startup hanya mengejar omzet, transaksi serta valuasi saja. Seperti yang dilakukan Gojek, Bukalapak dan unicorn lainnya.

img_title Jadi Program Accelerator, Ngalup.co Punya Partner Tingkat Nasional Hingga Internasional

Tesar menguraikan, jika startup masih menggunakan model bisnis tersebut, akan ada satu titik dimana perusahaan tersebut akan terhambat karena cash flow-nya berkurang. Apalagi, revenue yang didapat kebanyakan dari investor, bukan dari profit. 

"Mereka bisnis modelnya mengejar valuasi, omzet dan transaksi yang tinggi, bukan profit. Ini pasti diujung akan terguling ketika investor tidak menyuntikkan dananya lagi," tandas dia.

img_title Gabung Community Ngalup.co, Dapat Funding Hingga Ikut Ajang Internasional

Sebagai informasi, Zenius mengumumkan adanya PHK terhadap 25 persen karyawannya atau lebih dari 200 karyawan. Sementara itu, PT Fintek Karya Nusantara (Finarya) atau LinkAja juga melakukan reorganisasi yang berdampak pada PHK sejumlah karyawan yang berjumlah kurang dari 200 orang. Sedangkan, startup JD.ID juga mengambil langkah serupa.

Tidak hanya itu, Robinhood juga memangkas 300 karyawan, begitu juga Netflix yang melakukan PHK 150 pegawai, dan Cameo memangkas 87 pegawainya.

img_title Lokasi Colokan Jauh di Area Co Working, MCC Dinilai Tak Ramah Pekerja Startup