Berharap Ada Perdamaian, Ratusan Santri Jombang Doa Bersama untuk PBNU dan PKB

Santri di Jombang doa bersama untuk NU.
Sumber :
  • VIVA Malang (Elok Apriyanto/Jombang)

Jombang, VIVA – Berharap adanya perdamaian atas konflik yang terjadi diantara pengurus PBNU dan PKB, ratusan santri ponpes Al-Aqobah, menggelar doa bersama.

Lebaran ke 3 di Jombang, Antrian Kendaraan Mengular dari SPBU hingga Mengkreng

Doa bersama ini digelar di Masjid Al-Aqobah 4, di Desa Kwaron, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, pada Kamis, 22 Agustus 2024, pagi.

KH Ahmad Junaidi Hidayat pengasuh Ponpes Al-Aqobah mengatakan kegiatan doa bersama yang diikuti santri, para guru, dari Al-Aqobah 4 ini, menggelar doa bersama untuk keselamatan bangsa.

Mobil Rombongan Keluarga Pemudik dari Tuban Terbakar di Jombang

"Masyarakat kita, baik dalam skala yang luas, terkait dengan berbagai problem bangsa ini," katanya.

Ia pun menjelaskan dengan doa bersama ini agar mendapat berkah dan menghilangkan segala macam konflik.

Hari Ke 2 Lebaran di Jombang, Antrian Kendaraan Mengular hingga 12 Kilometer

"Agar Allah memberikan keberkahan kepada bangsa ini, dan menghilangkan segala macam hal-hal yang bisa menimbulkan konflik, menimbulkan perpecahan terhadap bangsa ini," ujarnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa masyarakat kita baru-baru ini tengah dihadapkan dengan putusan MK terkait dengan proses penyelenggaraan Pilkada.

"Bangsa kita saat ini, sedang dihadapkan pada ujian, dengan keputusan MK, terkait dengan persoalan pengisian kepala daerah itu ternyata menimbulkan banyak konflik. Dan kita berharap agar tidak sampai menimbulkan problem, perpecahan pada bangsa ini, karena ini tentu akan menyengsarakan masyarakat," tuturnya.

Selanjutnya, Kiai Junaidi mengaku prihatin, dengan yang terjadi dengan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan PKB.

"Yang saat ini, terjadi konflik, sedang terjadi kesalahpahaman, yakni terjadi permasalahan hubungan, yang kita berharap sebagai warga pesantren, santri, agar persoalan ini tidak berlarut-larut, dan segera bisa terjadi pemahaman bersama, islah bersama," katanya.

"Untuk menempatkan posisioning yang tepat, terkait dengan itu. Karena kita butuh PBNU menjadi organisasi yang kuat untuk membangun umat Islam ahlusunah waljamaah, kita butuh PKB, yang mengawal terhadap aspirasi umat Islam khususnya, dan nahdlatul ulama ini," ujarnya.