Pasca Direhab Pasar Perak Jombang Semakin Sepi, Komisi B Turun Sidak
- VIVA Malang (Elok Aprianto/Jombang)
Jombang, VIVA – Pasca dilakukan rehab oleh Pemerintah Kabupaten Jombang, Jawa Timur, melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagrin), kondisi Pasar Perak justru malah semakin sepi.
Hal ini membuat wakil rakyat di gedung DPRD Jombang, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke pasar tersebut.
Selain itu, sidak ini juga didasari adanya keluhan dari para pedagang maupun pembeli ke wakil rakyat di Komisi B DPRD Jombang.
Anas Burhani selaku Ketua Komisi B DPRD Jombang mengatakan bahwa, pihaknya mendapat keluhan pedagang maupun pembeli setelah dilakukan pembangunan tahun 2021 hingga 2022, kondisi pasar makin sepi.
"Kami melakukan inspeksi mendadak (sidak) karena merespons keluhan masyarakat baik dari pedagang maupun pembeli," kata Anas, Kamis 5 Desember 2024.
Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa dari hasil sidak itu, dirinya menilai pembangunan pasar Perak sejak awal sudah salah terutama pada bagian desain bangunan.
Sehingga, sambung Anas berdampak menjadi sepi pengunjung. Proses jual – beli antara pedagang serta pembeli malah terjadi di bagian utara pasar yang baru saja dibangun.
"Kondisinya semakin sepi, karena pedagang serta pembeli malah nyaman melakukan transaksi di luar atau lebih tepatnya di bagian utara pasar Perak," ujarnya.
Lebih lanjut, politisi PKB ini menjelaskan bahwa dari hasil pengamatan, 50 persen kios yang ada saat ini dalam kondisi kosong. Selain tidak ada akses yang baik, ukuran kios turut menjadi penyebab mati surinya pasar perak.
"Akses adalah satu pemicu yang dikeluhkan masyarakat. Belum lagi ukuran kios yang hanya 2x3 meter, dianggap terlalu kecil untuk barang dagangan," tuturnya.
Ia menegaskan bahwa kesalahan desain yang dinilai Komisi B turut menjadi penyebab pembeli serta penjual enggan, melakukan transaksi ekonomi di pasar itu.
"Seharusnya ragam barang basah ditepatkan di lantai satu. Sedang untuk barang kering, ditempatkan di lantai dua pasar," katanya.
"Berbicara hal ini, baik penjual maupun pembeli kian enggan untuk datang. Karena mereka mengganggap, terlalu ribet manakala hanya sekedar berbelanja bahan kebutuhan," ujarnya.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa pada awal ketika proses pembangunan, sebenarnya sudah banyak masukan dari dewan maupun masyarakat untuk merubah tata letak kelola Pasar Perak. Namun, tak satu pun masukan tadi digubris.
Untuk itu, pihaknya bakal melakukan pemanggilan terhadap dinas terkait, yakni Disdagrin Jombang, termasuk memanggil sejumlah pihak lain yang berkaitan dengan perencanaan desain pasar tersebut.
"Secepatnya kami bakal melakukan pemanggilan semua pihak terkait untuk membahas kondisi ini. Kami targetkan, Senin pekan depan sudah bisa dilakukan," tuturnya.