Kondisi Rusak, Bangunan di SDN 3 Mojongapit Jombang Dirobohkan

Bangunan SDN Mojongapit 3 yang rusak saat terkena banjir
Sumber :
  • Elok Apriyanto/Jombang

Jombang, VIVA – Dalam kondisi rusak, sebuah bangunan rumah dinas di SDN Mojongapit 3, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, akhirnya dirobohkan.

img_title Kenalkan Gaya Hidup Sehat, Amway Mulai Banyak Diminati

Proses perobohan bangunan ini, juga sudah disetujui pihak pengelola aset Pemerintah Kabupaten Jombang.

Plh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Jombang, Wor Windari mengatakan, dirobohkannya bangunan rumah dinas SD Negeri di Jombang ini lantaran kondisi bangunan yang terbengkalai dan rusak menahun.

img_title Pengurukan Lahan BPP Perak Jombang Dimulai, Dishub Matangkan Relokasi Terminal Barang

"Bangunan rumah dinas tersebut dinilai membahayakan siswa yang bermain di halaman sekolah. Sudah diizinkan bagian aset untuk dirobohkan," kata Wor Windari, Selasa 11 Maret 2025.

Selain itu, pihaknya menyebut karena rusak pihak sekolah mengajukan izin untuk merobohkan jelang masuk musim hujan, karena dinilai membahayakan. Dan pihaknya pun akhirnya mengizinkan.

img_title 3 Pasar di Jombang Masih Sepi Pedagang, Bupati Belum Punya Langkah Kongkrit

"Setelah dirobohkan, belum ada rencana untuk dibangun kembali. Karena tidak adanya alokasi anggaran. Nanti diusulkan dulu untuk dibangun baru," ujarnya.

Sementara itu, Kepala SDN Mojongapit 3, Zumaroh Is’adah, mengatakan, pihaknya tidak berani melakukan tindakan tanpa izin dinas.

"Bangunan tersebut sudah rusak bertahun-tahun dan tak ditempati," tuturnya.

Ia merinci, total ada 3 lokal bangunan yang rusak parah. Setiap tahun mereka mengajukan rehab namun tak kunjung disetujui.

Puncaknya tahun 2024 lalu, setelah pengajuan rehab kembali tidak turun, pihak sekolah kemudian mengusulkan untuk merobohkan bangunan ke bagian aset.

"Bangunan itu sudah terlalu berbahaya, kami tidak ingin anak-anak jadi korban. Sebagian atap sebelumnya sudah ambruk, meski belum semuanya," katanya.

Ia menegaskan pada saat musim hujan, pihak sekolah selalu khawatir, jika ada angin kencang bangunan tersebut roboh hingga menimpa siswa.

"Desember 2024 kita robohkan, karena atasnya sudah melengkung," ujarnya.

Ia mengatakan untuk proses merobohkan pihaknya meminta bantuan kepada paguyuban wali siswa. Dan tahun ini, pihaknya kembali mengusulkan rehab untuk sejumlah ruangan yang rusak.

"Kami tetap mengusulkan rehab untuk ruangan yang sekarang dipakai dapur, itu juga sudah rusak tapi lumayan masih bisa dipakai," tuturnya.