Tarik Minat Warga Jepang, Begini Pengolahan Kopi Exelsa Wonosalam Jombang
- VIVA Malang (Elok Aprianto-Jombang)
Jombang, VIVA – Uniknya rasa kopi exelsa dari lereng pegunungan Anjasmoro di Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang, Jawa Timur menarik minat para pecinta kopi dari Negeri Sakura, Jepang.
Saking penasarannya, perwakilan pengusaha kopi dari Jepang, mendatangi tempat usaha pengolahan kopi exelsa yang ada di Wonosalam, secara langsung.
Kehni Erawan Cahyadi, selaku pemandu atau guide menjelaskan, kedatangan dua warga Jepang ini, untuk melihat secara langsung pengolahan kopi exelsa di Wonosalam.
Sebelumnya, dua warga Jepang ini sempat membeli dua bungkus kopi exelsa Wonosalam. Setelah itu, keduanya penasaran dengan cara pengolahan kopi exelsa ini karena cita rasa kopinya yang unik.
"Kalau saya, kopi exelsa Wonosalam ini tidak bisa saya sebut hanya unik saja ya, tapi rasanya juga enak dan diproses dengan spesial," katanya, Kamis 25 Juli 2024.
Melihat proses pengolahan kopi exelsa Wonosalam
- VIVA Malang (Elok Aprianto-Jombang)
Usai melihat pengolahan kopi exelsa, mulai dari memetik buah kopi di pohon hingga pengolahan menjadi kemasan, ia mengaku nantinya dua warga Jepang ini akan mencoba sensasi rasa kopi exelsa yang diolah ke varian lainnya. Sehingga nantinya kopi ini bisa dipasarkan ke negeri sakura.
"Kita nanti coba an aerobic natural, supaya bisa masuk ke pasar jepang," ujarnya.
Saat ditanya bagaimana cita rasa kopi exelsa wonosalam, ia mengaku cita rasa kopi exelsa itu khas, dan memiliki keunikan tersendiri. Khususnya dalam soal rasa.
"Pertama tingkat kemanisannya jauh dari kopi-kopi yang pernah saya minum. Kemudian manisnya itu seperti rasa cheri dan berry. Jadi bagi orang yang tidak terlalu suka pahit, enak banget ini kopinya," tuturnya.
Sementara itu, Riswandi pemilik usaha pengolahan kopi exelsa wonosalam ini mengatakan, bahwa ia menggeluti usaha tersebut, sejak 2020.
Ia mengatakan bahwa di tempat usahanya, ada beberapa varian kopi. Mulai kopi exelsa wonosalam, robusta, arabica dan liberka.
"Kalau di sini ada 4 jenis kopi, ada robusta, arabica, exelsa dan liberka. Ini berdiri sejak tahun 2020," katanya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan, bahwa ide awal usaha pengelolahan kopi ini berawal saat pandemi covid-19 melanda.
"Waktu pandemi itu kami kumpul ngopi bareng. Dari situ muncul gagasan untuk menciptakan produk dengan rasa berbeda dari kopi pada umumnya," ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa kopi exelsa ini merupakan jenis kopi yang unik, dan berbeda dengan kopi-kopi pada umumnya.
"Kalau exelsa Jombang itu unik karena ada aroma nangka. Lalu kalau diproses dengan benar hampir menyamai dengan arabica," tuturnya.
Melihat proses pengolahan kopi exelsa Wonosalam
- VIVA Malang (Elok Aprianto-Jombang)
Dalam setiap minggunya ia mampu menghasilkan ratusan kilogram kopi exelsa. Dengan harga paling rendah Rp 14.000 per kilogramnya.
"Kalau per minggu rata-rata produksi 100 sampai 200 kilo. Paling rendah harganya 14 ribu dan paling tinggi 450 ribu rupiah," katanya.
Ia menyebut, bahwa kopi exelsa wonosalam Jombang ini, memang sudah tembus pasar global. Karena kopi exelsa wonosalam itu termasuk komoditi ekspor andalan Jombang.
''Paling jauh yang pasti ke pasar Jepang, Jerman dan Thailand," ujarnya.
Saat ditanya berapa omzet dari penjualan kopi exelsa wonosalam itu, ia mengaku cuan yang dihasilkan dari produksi kopi exelsa ini, jumlahnya cukup lumayan besar.
"Omzetnya rata-rata per bulannya di angka 30 sampai 60 an jutaan," tuturnya.