Antisipasi Kecelakaan, Sopir Angkutan Mudik Lebaran di Jombang Jalani Tes Urine

Wakapolres Jombang Kompol Hari Kurniawan pantau tes urine.
Sumber :
  • VIVA Malang (Elok Apriyanto/Jombang)

Jombang, VIVA – Antisipasi terjadinya kecelakaan lalu lintas (laka lantas) pada arus mudik lebaran 2024, aparat kepolisian dan Dishub Jombang, melakukan tes urine pada sopir angkutan umum.

Mayoritas Penumpang di Stasiun Malang Tujuan Yogyakarta - Jakarta

Sedikitnya ada 100 lebih sopir angkutan umum yang mengangkut pemudik mengikuti tes urine di terminal Bus Kepuh Sari, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, pada Sabtu, 13 April 2024.

Kapolres Jombang, AKBP Eko Bagus Riyadi melalui Wakapolres Jombang, Kompol Hari Kurniawan mengatakan, kegiatan tes urine pada sopir angkutan umum ini untuk mengantisipasi penyalahgunaan narkoba.

Pemudik Asal Pasuruan Tewas Usai Kecelakaan Tunggal di Jombang

"Tes urine para pengemudi, baik sopir bus maupun travel, bersama dengan dishub Jombang maupun provinsi. Untuk mengantisipasi suatu penyalahgunaan, obat-obatan atau narkoba oleh sopir," kata Hari.

Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya lakalantas pada mudik lebaran 2024, terhadap angkutan umum.

Hari Ke 2 Lebaran di Jombang, Antrian Kendaraan Mengular hingga 12 Kilometer

"Karena penyalahgunaan ini berpotensi akan menimbulkan kecelakaan, dan merugikan masyarakat," ujarnya.

Dari hasil tes urine terhadap ratusan sopir angkutan umum tersebut, Hari menegaskan tidak ditemukan tanda-tanda sopir yang menggunakan narkoba maupun obat-obatan terlarang.

"Hasilnya dari keseluruhan sekitar 100, kita acak pengemudi, nihil ya negatif," tuturnya.

Selain melakukan tes urine pada para sopir angkutan umum, Hari menyebut pihaknya juga melakukan tes kesehatan sekaligus menghimbau para pemudik yang ada di dalam bus.

"Betul, ini teman-teman dari urkes Polres Jombang, melaksanakan pemeriksaan tensi, tentunya untuk mengetahui kualitas kesehatan para sopir angkutan umum," kata Hari.

Ia pun menghimbau pada para pemilik usaha jasa layanan transportasi umum, agar menyiapkan sopir cadangan, mengingat para sopir yang mengangkut penumpang ini akan menempuh perjalan jauh.

"Kita berharap, pada pengusaha angkutan umum untuk menyiapkan sopir cadangan, karena arus lalulintas ini padat, sekaligus untuk mengantisipasi apabila sopir benar-benar capek, kalau dipaksakan, bisa membahayakan keselamatan penumpang maupun sopir itu sendiri," ujarnya.