Majelis Dikdasmen dan PNF PP Muhammadiyah Kampanye Perlindungan Anak Lewat KREASI

Kampanye perlindungan anak oleh Majelis Dikdasmen PNF Muhammadiyah
Sumber :
  • Dok.

Ketapang, VIVA – Majelis Pendidikan Dasar Menengah dan Pendidikan Non Formal Pimpinan Pusat Muhammadiyah (Majelis Dikdasmen dan PNF PP Muhammadiyah) mengkampanyekan kesadaran perlindungan anak pada masyarakat.

img_title Ibu Bunuh Bayi di Kos Jombang Divonis 5 Tahun, Lebih Ringan dari Tuntutan Jaksa

Upaya itu terwujud melalui Program Kolaborasi untuk Edukasi Anak Indonesia (KREASI) yang digelar di Halaman Citimal Kabupaten Ketapang, Sabtu 9 Agustus 2025. Ratusan masyarakat terdiri dari para siswa, guru dan kepala sekolah menghadiri kegiatan bertajuk ‘Anak Indonesia Hebat: Stop Kekerasan Terhadap Anak’ itu.

Turut hadir Wakil Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Jasra Putra, Sekertaris Majelis Dikdasmen dan PNF PP Muhammadiyah M. Khoirul Huda, Anggota Majelis Dikdasmen dan PNF PP Muhammadiyah Dendi Wijaya Saputra, Bupati Ketapang Alexander Wilyo, bersama jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Ketapang.

img_title Kesal Diejek, Bocah di Jombang Aniaya Teman Sendiri Berujung Dipolisikan

Sekretaris Majelis Dikdasmen dan PNF PP Muhammadiyah M. Khoirul Huda menjelaskan dalam kegiatan ini pihaknya berkomitmen terus memajukan sistem pendidikan guna mewujudkan generasi yang unggul dan berdaya saing.

“Sekolah, masyarakat, dan pemerintah menjadi tiga komponen penting dalam mewujudkan generasi yang unggul dan berkemajuan,” ujarnya.

img_title Bejat, Seorang Paman di Kota Batu Tega Setubuhi Keponakan

Sementara itu, Wakil Ketua KPAI Jasra Putra turut menegaskan pentingnya kesadaran perlindungan anak yang harus dimiliki semua masyarakat. Salah satu kasus yang disoroti seperti tingginya angka perkawinan anak. Menurutnya, penanganan kasus perkawinan anak memerlukan dukungan dari berbagai pihak.

Kampanye perlindungan anak oleh Majelis Dikdasmen PNF Muhammadiyah

Photo :
  • Dok

“Ini adalah peran kita semua, tidak bisa diserahkan semuanya kepada Pak Bupati. Jadi peran keluarga, peran tokoh adat dan agama jangan sampai ada perkawinan anak,” jelasnya.

Kampanye Perlindungan Anak yang digelar KREASI Ketapang tersebut disambut baik Bupati Ketapang, Alexander Wilyo. Dia berharap kampanye ini tidak hanya menjadi seremonial, tetapi juga diwujudkan dalam tindakan nyata dan terus-menerus.

“Saya harapkan kampanye ini tidak hanya hari ini, saat ini, dan bukan hanya slogan. Tapi benar benar kita bisa implementasikan secara nyata,” tegasnya.

Sebagai informasi, KREASI merupakan akronim dari Kolaborasi untuk Edukasi Anak Indonesia bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia dengan memperkuat pengajaran, pembelajaran, dan pengembangan siswa.