Era Digitalisasi, Bisa Riset Bisnis Kompetitor Lewat GoogleMaps
- pixabay
Malang – Setiap menjalankan bisnis, utamanya di bidang kuliner, harus menentukan terlebih dahulu target pasar. Hal tersebut dilakukan untuk mengetahui seberapa besar serapan pasar terhadap produk yang dijual.
Ada beberapa strategi yang bisa dilakukan untuk melakukan riset strategi bisnis dikutip dari Viva.co.id. Apa saja?
1. Menentukan target pasar
Untuk lebih mudah dipahami, pembahasan akan dibagi menjadi dua. Pada bagian pertama akan membahas cara untuk memahami target pasar.
Tujuan dari memahami target pasar adalah untuk memastikan produk yang dijual bisa sampai pada konsumen yang tepat. Tentunya, ini akan berpengaruh pada tingkat penjualan nantinya.
2. Pikirkan segmentasinya
Di sini, pemilik usaha bisa mengira-ngira kalangan mana saja yang membutuhkan produk yang dijual. Misalnya, produk kuliner. Targetnya apakah mahasiswa, pekerja, atau anak-anak.
Namun, dalam hal ini, akan lebih bagus jika produknya cocok untuk semua kalangan Contohnya, bisnis ayam goreng. Sebab, bisnis ini terbukti sangat menjanjikan dan memiliki segmentasi pasar yang luas. Disukai semua kalangan dan tidak musiman.
3. Berbicara dengan calon pelanggan
Setelah mengira-ngira targetnya, cobalah berbicara dengan beberapa dari mereka yang nantinya menjadi calon pelanggan. Mulai dari menanyakan jenis kuliner apa yang mereka sukai atau kira-kira berapa range harga per porsi. Atau, bisa juga minta tanggapan kepada teman-teman untuk rencana produk yang Anda jual.
4. Menciptakan persona pembeli
Menciptakan persona pembeli atau proyeksi ideal target pasar yang diincar cukup penting. Tentunya, gambaran tersebut berdasarkan informasi dari riset yang sebelumnya sudah anda dikumpulkan. Dari sini akan lebih mudah menyesuaikan produk, melakukan promosi dengan target yang lebih terarah.
Semakin luas segmentasi pasar produk, maka akan semakin mudah untuk membuat proyeksi idealnya.
5. Riset Kompetitor
Coba riset seperti apa bisnis kuliner kompetitor. Caranya, bisa mencicipi beberapa produknya. Dari situ, pemilik bisnis bisa mengambil informasi kira-kira ada hal yang bisa ditiru atau dikembangkan untuk bisnis.
Selain itu, bisa mengamati review pembeli dari kompetitor. Misalnya, melalui media sosialnya atau via Google Maps.