Mengenal Pengusaha Muda Perempuan di Malang Nanda Hervina Widowati

Tokoh inspiratif perempuan muda, Nanda Hervina Widowati
Sumber :
  • Istimewa

Malang, VIVA – Kisah Nanda Hervina Widowati yang kini menjadi seorang pengusaha ternyata diawali dengan kerja keras. Nanda mengawali usahanya dengan bekerja paruh waktu dengan Herbalife sebagai sumber penghasilan tambahan.

img_title Kota Malang Ditetapkan Kota Kreatif UNESCO, UB Langsung Perkuat Ekosistem Media Arts

Saat itu Nanda berusia 18 tahun dan menjadi mahasiswa di Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya. Wanita kelahiran Malang 19 Desember 1988 awalnya membantu orang tuanya dengan mengantarkan produk serta mengikuti pelatihan Herbalife. Saat itu, orang tua Nanda berprofesi sebagai pegawai negeri sipil. 

"Saya melihat bahwa bisnis ini dapat dijalankan oleh anak muda," kata Nanda, pengusaha muda Herbalife tersebut, Kamis, 7 Agustus 2025. 

img_title Marak Isu Motor Mogok, Polsek Purworejo Sidak SPBU Pastikan BBM di Pasuruan Aman

Nanda muda getol memasarkan produk Herbalife secara langsung kepada teman-teman kuliahnya. Pada masa itu media sosial belum berkembang pesat, penjualan dilakukan secara tatap muka, sehingga perlu semangat ekstra. Menurutnya bisnis ini memiliki potensi besar karena bisnis penjualan langsung seperti Herbalife dapat menciptakan peluang finansial sekaligus pengembangan diri. Lebih dari itu, kemandirian finansial menjadi fondasi penting dalam pemberdayaan perempuan salah satunya tambahan untuk biaya pendidikan. 

"Saat itu saya membayar uang kuliah sendiri. Saya berpikir, belajar tidak ada artinya jika tidak punya penghasilan. Bisnis ini awalnya paruh waktu, tapi alhamdulillah pendapatannya cukup besar," ujar Nanda.

img_title Seleksi Terbuka JPTP Pemkab Jombang, Sekda Tegaskan Tak Ada 'Main Jabatan'

Selama terlibat dalam Herbalife, kemandirian finansial Nanda tidak hanya memungkinkan ia membayar biaya kuliah, tetapi juga membeli rumah sendiri melalui bisnis ini dan membiayai anaknya.

“Saya membeli rumah pertama pada usia 24 tahun dari hasil bisnis ini, tanpa bantuan orang tua. Saya mencicil selama lima tahun dan bahkan membeli ruko untuk usaha. Ini bisnis yang benar-benar menghasilkan,” tutur Nanda.

Sebagai seorang single parent, Nanda mengaku mendapat dukungan kuat dari Herbalife dalam menyeimbangkan peran dalam keluarga, mengurus anaknya, karier, dan menjaga kesehatan. Termasuk kemandirian finansial, karena ia adalah satu-satunya pencari nafkah.

"Menjadi ibu tunggal bukan masalah karena saya mendapat pengembangan diri dari Herbalife. Saya merasa diberdayakan. Ini seperti jawaban dan solusi bagi saya," kata Nanda. 

Beberapa fasilitas yang disediakan, seperti pelatihan yang dapat diakses secara online kapan saja dan di mana saja. Model bisnis ini fleksibel dan mudah diadaptasi di era media sosial dan konten digital saat ini. Herbalife juga rutin mengadakan pelatihan baik di Indonesia maupun luar negeri.

Halaman Selanjutnya
img_title