Kota Malang Ditetapkan Kota Kreatif UNESCO, UB Langsung Perkuat Ekosistem Media Arts
- Dok Humas UB
Malang, VIVA – Kota Malang ditetapkan sebagai kota kreatif UNESCO bidang Media Arts. Universitas Brawijaya (UB) Malang langsung gerak cepat dengan menyatakan kesiapannya untuk memperkuat ekosistem Media Arts di Kota Malang melalui kegiatan akademik, jejaring internasional, serta inovasi teknologi kecerdasan buatan (AI).
Rektor UB, Prof Widodo, menyebut pengakuan UNESCO bukan sekedar penghargaan, tetapi juga tanggung jawab bersama bagi seluruh elemen kota. UB akan berperan sebagai pusat pengetahuan, riset, dan inovasi untuk memperkuat karakter kreatif Malang, sekaligus menjembatani seni, teknologi, dan masyarakat agar berjalan beriringan.
“Universitas Brawijaya melihat status baru Kota Malang sebagai UNESCO Creative City of Media Arts bukan sekadar pengakuan, tetapi juga tanggung jawab. UB akan berperan aktif sebagai pusat pengetahuan, riset, dan inovasi yang memperkuat karakter kreatif kota ini,” kata Widodo, Selasa, 4 November 2025.
Selama beberapa tahun terakhir, UB telah menjalin kerja sama dengan Pemerintah Kota Malang di bidang media arts dan pengembangan budaya digital. Kolaborasi tersebut meliputi kegiatan penelitian, pengabdian masyarakat, serta program pelestarian budaya berbasis teknologi. Salah satu inisiatif penting adalah proyek digitalisasi warisan budaya yang melibatkan Fakultas Ilmu Budaya (FIB) UB, National University of Singapore (NUS), dan Pemkot Malang.
Melalui proyek tersebut, kawasan bersejarah Kayutangan dan komoditas kopi Malang diolah dalam format digital agar dapat diakses publik dan dijadikan bahan eksplorasi kreatif. Widodo menjelaskan bahwa pendekatan media arts memberikan cara baru bagi generasi muda untuk memahami warisan lokal lewat teknologi.
“Digitalisasi budaya menjadi cara baru untuk mendekatkan masyarakat dengan sejarahnya. Media arts bukan hanya soal estetika, tapi bagaimana teknologi dapat memperkuat pelestarian,” kata Widodo.
UB juga memperkuat perannya melalui Artificial Intelligence (AI) Center UB, pusat riset kecerdasan buatan yang diresmikan pada Januari 2025 oleh Menteri Komunikasi dan Digital. Fasilitas ini menjadi wadah pengembangan talenta digital dan riset interdisipliner yang mendukung transformasi teknologi di berbagai bidang, termasuk industri kreatif dan media digital.
AI Center UB dilengkapi infrastruktur superkomputer dan sistem komputasi berperforma tinggi untuk mendukung riset kolaboratif, seperti animasi berbasis AI, generative media, dan pengolahan data budaya digital.