Bapanas Keluarkan SE, Petani Tebu di Jombang Menjerit

Para petani tebu di Jombang.
Sumber :
  • Elok Apriyanto / Jombang

Jombang, VIVA – Diterbitkannya surat edaran (SE) oleh Badan Pangan Nasional (Bapanas) Nomor 159/TS.02.02/K/6/2023 tentang Harga Pembelian Gula Kristal Putih Di Tingkat Petani, membuat sejumlah petani tebu di Kabupaten Jombang, menjerit.

img_title Bertemu Menko Pangan, Petani di Jombang Minta Kuota Pupuk Ditambah

Pasalnya, pemerintah melalui Bapanas akan menaikkan harga gula di tingkat petani dari Rp11.500 per kilogran menjadi maksimal Rp12.500 per kilogram. 

Sedangkan harga gula di tingkat konsumen akan naik di kisaran Rp14.500 hingga Rp15.500 per kilogram (kg) dari sebelumnya Rp13.500 per kilogram. 

img_title Petani Sambut Gembira Harga Pupuk Bersubsidi di Jombang Turun Mulai 22 Oktober 2025

Rencana kenaikan Harga Pokok Penjualan (HPP) tebu dan gula di petani, serta Harga Acuan Penjualan (HAP) gula di tingkat konsumen, dirasa tidak sejalan dengan kondisi nyata di lapangan oleh petani.

Seperti diungkapkan Imron Rosyadi (54 tahun) petani tebu di wilayah Kecamatan Diwek Jombang.

img_title Diminta Lengkapi Izin, Satpol PP Jombang Awasi Pembangunan Dua Pabrik di Mojoagung

Menurut Imron, surat edaran yang dikeluarkan oleh Bapanas sangat memberatkan para petani tebu.

"Keluhan petani tebu sampai saat ini, dengan adanya surat edaran dari Bapanas dimana dalam surat edaran itu besarnya harga Rp12.500, padahal di tingkat pedagang menawar dengan harga Rp12.125, itu harga sore ini," kata Imron, Selasa 11 Juli 2023.

Kondisi ini diperparah dengan mahalnya harga pupuk tebu. Dan biaya tanam tebu yang cukup mahal. Untuk itu, ia berharap agar pemerintah pusat segera menangani persoalan yang dihadapi petani tebu.

"Kami mohon Bapanas, menko perekonomian, dan pak Presiden, agar memperhatikan keluhan petani. Karena kami adalah petani, pejuang gula. Jika tak ada petani, maka tidak mungkin terwujud swasembada gula, di Indonesia, itu hanya omong kosong. Pupuk mahal, tenaga kerja mahal. Untuk itu kami mohon penyangganya segera diturunkan," tuturnya.

Ia mengaku jika petani dihadapkan dengan para pedagang. Para petani kebanyakan tak bisa berbuat banyak. 

"Terus terang kita sangat lemah jika dihadapkan pedagang. Karena pedagang punya pemikiran kalau petani tak memiliki uang. Sehingga para pedagang membeli gula di petani seenaknya. Begitu gula dibeli pedagang, harga langsung dinaikkan," katanya.

Saat ditanya berapa harga gula saat ini di tingkat petani. Ia mengaku sekarang harga Rp12.125, sedangkan di tingkat pedagang harganya mahal.

Halaman Selanjutnya
img_title