Bapanas Keluarkan SE, Petani Tebu di Jombang Menjerit
- Elok Apriyanto / Jombang
Kondisi ini diperparah dengan mahalnya harga pupuk tebu. Dan biaya tanam tebu yang cukup mahal. Untuk itu, ia berharap agar pemerintah pusat segera menangani persoalan yang dihadapi petani tebu.
"Kami mohon Bapanas, menko perekonomian, dan pak Presiden, agar memperhatikan keluhan petani. Karena kami adalah petani, pejuang gula. Jika tak ada petani, maka tidak mungkin terwujud swasembada gula, di Indonesia, itu hanya omong kosong. Pupuk mahal, tenaga kerja mahal. Untuk itu kami mohon penyangganya segera diturunkan," tuturnya.
Ia mengaku jika petani dihadapkan dengan para pedagang. Para petani kebanyakan tak bisa berbuat banyak.
"Terus terang kita sangat lemah jika dihadapkan pedagang. Karena pedagang punya pemikiran kalau petani tak memiliki uang. Sehingga para pedagang membeli gula di petani seenaknya. Begitu gula dibeli pedagang, harga langsung dinaikkan," katanya.
Saat ditanya berapa harga gula saat ini di tingkat petani. Ia mengaku sekarang harga Rp12.125, sedangkan di tingkat pedagang harganya mahal.
"Sekarang harga Rp12.125, per kilogram. Kalau di konsumen Rp14.500, nah ini kan yang menjadi kendala," ujarnya.
Ia menegaskan bila dampak kenaikan harga gula ini bisa dirasakan petani, maka para petani bisa menerima hal itu. Namun kondisi ini berbeda. Yang menikmati untung justru para pedagang.