Berkah Idul Adha, Perajin Tusuk Sate di Jombang Kebanjiran Cuan Puluhan Juta

Pembuatan tusuk sate di Jombang
Sumber :
  • Elok Apriyanto / Jombang

Untuk membuat tusuk sate atau tusuk cilok ini, Heru mengaku menggunakan bambu dengan jenis khusus. Yang ia datangkan dari luar Jombang. Hal ini dilakukan lantaran untuk menjaga kualitas tusuk sate.

Cari Telur Emas Seperti di YouTube, Balita di Jombang Tewas Tenggelam di Sungai

"Bahan bakunya diambilkan khusus. Bambu ori asal Ponorogo itu lebih kuat dan lebih putih dibandingkan bambu-bambu lainnya," tuturnya.

Dalam sekali order, bambu yang ia datangkan dari Ponorogo itu. Jumlahnya tidak sedikit. Dan bambu itu ludes menjadi tusuk sate hanya dalam waktu 2 hari.

Pemudik yang Ngaku Dibegal di Mojoagung Jombang, Ternyata Pura-pura

"Satu truk bambu itu dua hari, habis. Hasilnya ya ada sekitar 5 kuintal tusuk sate," ujarnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, untuk membuat tusuk sate atau tusuk cilok ini, mula-mula bambu dibelah jadi dua. Terus dibelah sampai berukuran 20 centimeter.

Begal Bersajam Beraksi di Jombang, Pemudik jadi Korban

Selanjutnya, bambu berukuran 20 sentimeter itu, diserut sampai berbentuk lidi. Proses itu dilakukan dengan mesin.

"Tusuk sate ini lantas dijemur di bawah terik matahari, dan dilanjutkan dengan tahap pengovenan. Pemanasnya memakai arang. Setelah itu dihaluskan lagi dan dikemas," katanya.

Halaman Selanjutnya
img_title