Hadiri Halaqoh Kebangsaan di Pasuruan, Mahfud MD: Kalau Mau Pilih Pemimpin, Cek Riwayat Hidupnya

Mahfud MD hadiri halaqoh kebangsaan di Bangil, Pasuruan.
Sumber :
  • VIVA Malang/Mochamad Rois

Pasuruan, VIVA – Calon wakil presiden (cawapres) dari pasangan calon (paslon) nomor urut 3, Mahfud MD, mengajak masyarakat untuk memilih sosok pemimpin yang benar saat Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 nanti.

Tingkatkan Kondusifitas, Polres Malang Gelar Operasi Zebra Semeru 2024

Hal tersebut disampaikan Mahfud MD saat menghadiri acara halaqoh kebangsaan yang digelar di Pondok Pesantren Darut Tauhid Cangaan, Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan, pada Jumat, 12 Januari 2024.

Menurut Mahfud MD, untuk memilih sosk pemimpin yang benar, masyarakat harus melihat riwayat hidup setiap calon pemimpin, bukan terpaku pada visi misi dan pidato-pidatonya yang sering muncul di televisi.

Pasangan Mujib - Wardah daftar ke KPU di Hari Terakhir

"Saudara jangan langsung percaya kepada visi misi dan pidato-pidato itu. Tau gak, kalau visi misi dan pidato-pidato itu dibuatkan oleh tim sukses,” ungkap mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) ini.

Karena dibuat oleh tim sukses, Mahfud MD mengungkapkan, kadangkala calon itu sendiri tidak ngerti maksud dari visi dan misi tersebut. ”Ini apa? kok 23% apa?, kira-kira tidak buat sendiri,” ucapnya.

Daftar Ke KPU, Rusdi - Shobih Diantar Ribuan Simpatisannya

Oleh karena itulah, Mahfud MD pun meminta masyarakat melihat riwayat hidupnya saat memilih pemimpin di Pemilu 2024 nanti. ”Bagaimana cara memilih pemimpin?, lihat riwayat hidupnya," jelasnya.

Kemudian, jika mendapati calon yang berbicara akan membangun ekonomi kerakyatan dengan cara hidup sederhana, Mahfud MD pun kembali menegaskan kepada masyarakat agar tidak langsung percaya.

"Kalian boleh percaya kalau orang itu hidupnya sederhana. Tapi, kalau arlojinya saja Rp70 juta, sepatunya Rp36 juta, celananya Rp17 juta, kaos dalamnya Rp6 juta, tidak bisa dipercaya dia bisa memberi contoh hidup sederhana," ungkapnya.

Lebih lanjut, Mahfud MD menekankan kepada masyarakat agar jangan mudah percaya dengan orang yang berbicara akan menegakkan hukum, namun orang itu sendiri telah melanggar hukum.

Selain itu, Mahfud MD juga menyinggung soal calon yang berbicara terkait penegakan demokrasi, tetapi demokrasinya saja dicurangi. Menurutnya, apa yang disampaikan calon tersebut tidak dapat dipercaya.

"Kalau ada yang bilang saya kalau jadi akan menegakkan hukum, lah anda selama ini tidak menegakkan hukum, malah melanggar hukum, kok mau menegakkan hukum. Saya menegakkan demokrasi, tapi demokrasinya curang. Tidak bisa," ujarnya yang disambut tepuk tangan.

Saking semangatnya, para peserta pun melemparkan celetukan, 'Gak Bahaya Ta', selain itu ada yang meneriakkan kata omon-omon. "Omon-omon," ucap salah satu peserta dalam acara halaqoh kebangsaan.

Banyaknya orang yang berteriak membuat Mahfud MG berhenti berbicara sejenak dan bertanya kepada peserta yang hadir. "Apa? ubur-ubur? oh omon-omon katanya," ucap Mahfud sambil menahan tawa.

Di tengah keriuhan tersebut, para peserta lain kembali melemparkan celetukan. "Dikira kebun binatang Pak Kiai (Mahfud MD)," ucap peserta lain yang hadir dalam acara halaqoh kebangsaan tersebut.

Mendapati banyak celetukan dari peserta, Mahfud pun membalas. "Omon-omon saja ya," ucap Mahfud MD disambut gelak tawa yang semakin kencang oleh peserta halaqoh kebangsaan.

Setelah itu, Mahfud juga berbicara soal Hak Asasi Manusia (HAM). "Saya mau melindungi Hak Asasi Manusia, tapi masa lalunya berlumuran darah-darah, tidak bisa itu. Nah, makanya hati nurani yang harus keluar," ujarnya.