Tambah Shift Pekerja hingga Incenerator, Perjuangan DLH Tangani Sampah di Kota Batu

Pemantauan mesin incenerator.
Sumber :
  • VIVA Malang / Galih Rakasiwi

Batu, VIVA – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu terus berjuang untuk mengatasi persoalan sampah yang menjadi perhatian masyarakat. Langkah konkret yang dilakukan, DLH menggulirkan sejumlah program inovatif mulai dari penambahan fasilitas hingga optimalisasi tenaga kerja di berbagai titik.

Jatim Park Group Tebar 2.500 Bingkisan untuk Warga Kota Batu

Plt Kepala DLH Kota Batu, Alfi Nurhidayat mengatakan bahwa percepatan penanganan sampah dilakukan melalui berbagai strategi yang melibatkan teknologi dan kerja sama lintas sektor sesuai perintah Pj Wali Kota Batu, Aries Agung Paewai.

“Kami berkomitmen menciptakan Kota Batu yang bersih dan sehat sesuai instruksi Pj Wali Kota. Langkah-langkah strategis ini kami harap mampu memberikan dampak langsung bagi masyarakat,” ujarnya, Rabu, 4 Desember 2024.

Polres Batu Amankan 3 Pelaku Pengedar Uang Palsu Asal Blitar

Salah satu langkah utama adalah penambahan shift pekerja di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Tlekung. Tenaga kerja tambahan ini difokuskan untuk mengoperasikan Incenerator guna mempercepat proses pengelolaan sampah. Langkah ini dinilai efektif dalam mengurangi volume sampah yang masuk ke TPA.

“Dengan adanya penambahan shift, operasional incenerator dapat berjalan lebih optimal sehingga penumpukan sampah dapat diminimalisasi,” katanya.

Dindik Pastikan Pembangunan Sirkuit BMX Tahun Ini, Anggarkan Rp1,6 Miliar

Kemudian, untuk mendukung upaya di TPA Tlekung, DLH juga mengadakan Incenerator baru di Tempat Penampungan Sementara (TPS) Kelurahan Sisir dan Kelurahan Dadaprejo. Pengadaan bertujuan agar sampah yang masuk dapat segera diolah tanpa harus menunggu pengangkutan ke TPA.

"Dengan demikian, TPS di wilayah tersebut tidak lagi menjadi titik penumpukan sampah dan bisa mengurangi kiriman sampah ke TPA Tlekung supaya pengelolaan bisa maksimal," ujarnya.

Pria yang juga menjabat Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Batu ini menambahkan DLH juga telah membentuk tim pemilah sampah khusus di Pasar Induk Among Tani. 

"Tim ini bertugas memilah sampah sejak di lokasi pasar sehingga volume sampah yang dibuang ke TPS/TPA dapat ditekan. Sehingga bisa mencegah penumpukan sampah selama berhari-hari yang sebelumnya sering dikeluhkan pedagang dan masyarakat sekitar," katanya.

Tim pemilah sampah bekerja setiap hari untuk memastikan tidak ada sampah yang menumpuk. Dengan sistem ini, sampah organik dan anorganik langsung dipilah dan diolah di lokasi. 

"DLH dan DPUPR Kota Batu juga memberikan dukungan penuh kepada desa dan kelurahan dalam percepatan penanganan sampah. Salah satu bentuk dukungan adalah peminjaman alat berat secara cuma-cuma kepada wilayah yang membutuhkan," katanya.

Kebijakan tersebut diharapkan dapat memberikan kesempatan kepada desa dan kelurahan untuk menangani sampah di tingkat lokal tanpa terbebani biaya tambahan.

“Dukungan ini kami berikan agar desa dan kelurahan dapat lebih mandiri dalam mengelola sampah. Langkah kolaboratif tersebut dilakukan untuk menjadikan Kota Batu bebas dari permasalahan sampah secara perlahan namun pasti," katanya.

Menanggapi itu Pj Wali Kota Batu, Aries Agung Paewai mengatakan dengan langkah-langkah konkret ia berharap Kota Batu dapat segera terbebas dari permasalahan sampah yang selama ini menjadi perhatian. Kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku usaha diharapkan dapat terus terjalin guna menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan nyaman bagi semua pihak.

"Masyarakat saya imbau untuk turut serta dalam upaya ini, salah satunya dengan mulai memilah sampah dari rumah serta memanfaatkan fasilitas yang telah disediakan pemerintah. Tak kalah penting yaitu tidak membuang sampah sembarangan," katanya.