Lutfil Hakim: PWI Malang Raya Harus Ikut Serta Memajukan Pembangunan di 3 Daerah

Halal Bihalal PWI Malang Raya di Balai Kota Amon Tani, Kota Batu.
Sumber :
  • VIVA Malang/Galih Rakasiwi

Batu, VIVA - Media massa sebagai pilar keempat demokrasi memiliki peran vital dalam mengontrol kebijakan publik. Karenanya, media massa perlu memiliki inovasi agar turut berdampak dalam mewujudkan kemajuan pembangunan.

Begal Bersajam Beraksi di Jombang, Pemudik jadi Korban

Hal itu diungkapkan Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Timur, Lutfil Hakim saat menghadiri kegiatan halal bi halal dan konferensi kerja PWI Malang Raya di Graha Pancasila Balai Kota Among Tani, Kota Batu, Sabtu, 4 Mei 2024.

 

TNI AL Gadungan Tipu Purnawirawan Hingga Puluhan Juta di Malang

Lutfil Hakim menyamapikan, PWI Malang Raya sebagai organisai profesi wartawan di Malang Raya harus bisa ikut serta dalam memacu kemajuan pembangunan di Kota Malang, Kabupaten Malang, dan Kota Batu.

Apalagi, kata dia, Malang Raya merupakan kota metropolitan kedua di Jawa Timur setelah Surabaya Raya. Ia mengatakan, Malang Raya memiliki potensi besar untuk menarik investasi disamping potensi lain di sektor pariwisata.

Jatim Park Group Tebar 2.500 Bingkisan untuk Warga Kota Batu

"Media massa berperan membangun strategi untuk pertumbuhan bersama. Salah satunya dengan mewujudkan terciptanya etalase potensi tiga pemerintahan daerah di Malang Raya, meliputi Kabupaten Malang, Kota Malang dan Kota Batu," ujarnya.

Halal bihalal PWI Malang Raya di Balai Kota Among Tani.

Photo :
  • VIVA Malang / Galih Rakasiwi

Dengan terwujudnya etalase besar tersebut, kata Lutfil Hakim, menggambarkan besarnya potensi Malang Raya sehingga bisa nampak wajah sekaligus petunjuk arah bagi wisatawan atau investor. 

"Teman-teman PWI Malang Raya harus ikut serta men-drive pembangunan di Malang Raya ini. Kiprah PWI Malang Raya sejauh ini sangat aktif menggelar program kegiatan," kata dia.

"Bahkan, PWI Malang Raya merupakan yang paling aktif di Jawa Timur maupun Indonesia. Hal yang paling tampak yang dengan penyelenggaraan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) sebanyak 8 kali," ujarnya.

Ia pun berpesan, PWI Malang Raya terus meningkatkan kompetensi anggotanya serta mematuhi Kode Etik Jurnalistik. Hal itu dapat dilakukan melalui program pelatihan berorientasi pada peningkatan kapasitas.

Karena seorang jurnalis harus memiliki sisi kritis dalam menjalankan fungsi kontrol sosial. Selain itu, PWI Malang Raya merupakan satu-satunya yang menggelar konferensi kerja yang digelar usai kegiatan halalbihalal. 

"Seperti Konferensi Kerja yang dilaksanakan PWI Malan Raya hari ini, mungkin satu-satunya PWI Kota/Kabupaten ini yang melaksanakan Konferensi Kerja yang menjadi pedoman kerja," katanya.

Sementara itu, Ketua PWI Malang Raya Cahyono menyebutkan, total anggota organisasi profesi wartawan ini telah mencapai 90 orang. Sebanyak 50 diantaranya merupakan pengurus PWI Malang Raya.

Halal Bihalal PWI Malang Raya di Balai Kota Amon Tani, Kota Batu.

Photo :
  • VIVA Malang/Galih Rakasiwi

Cahyono menjelaskan, konferensi kerja yang tahun ini digelar di Kota Batu tersebut membahas rencana kerja pengurus PWI Malang Raya setelah sebelumnya dilantik pada tanggal 1 Maret 2024 lalu. 

"Dalam perjalanannya, tentu PWI Malang Raya akan menggelar banyak kegiatan. Salah satunya nanti di bulan Agustus atau September, kami akan kembali menggelar Uji Kompetensi Wartawan," katanya.

Pj Wali Kota Batu, Aries Agung Paewai berharap halalbihalal dan konferensi kerja PWI Malang Raya ini dapat menciptakan program yang baik dan dapat berkolaborasi dalam mendukung jalannya roda pemerintahan.

"Media massa terus memberikan saran dan langkah yang baik bagi kami. Pemerintah tidak anti kritik, keberhasilan pemerintah tak lepas dari peran media. Tanpa peran insan pers ini, kami tidak ada apa-apanya," tuturnya.