Mahasiswa di Kota Malang Anggap MBG Banyak Manfaat Asal Dikerjakan Dengan Benar
- VIVA Malang / Hendro Sumardiko
Malang, VIVA – Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Kota Malang membedah program Makan Bergizi Gratis Presiden RI Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Mereka menggelar diskusi bertema 'Peluang dan Tantangan MBG untuk Masa Depan Indonesia' di Kopi Lonceng, Jalan Aries Munandar, Kota Malang pada Jumat, 28 Februari 2025.
"Pemerintah harus memperluas dampak positif dari penerapan MBG," kata Ketua PC PMII Kota Malang, Dicky Wahyu Firmansyah.
Dicky menuturkan ada kekhawatiran makanan yang dimasak pada dini hari akan basi jika diberikan pada siang hari. Sehingga dia memberi catatan pengawasan disetiap daerah harus benar disesuaikan dengan kearifan lokal masing-masing. Agar makanan yang disajikan benar bergizi dan sesuai standar.
Dicky menilai MBG harus dikolaborasikan dengan baik agar manfaatnya dirasakan banyak lapisan, mulai dari pelajar, petani hingga pelaku UMKM. Dicky menjelaskan sejumlah kelompok petani merasakan dampak positif pelaksanaan program makan bergizi gratis.
"Di tempat tinggal saya di Desa Sumbersuko, Dampit, Kabupaten Malang, petani sayur banyak menerima pesanan untuk memasok kebutuhan makan bergizi gratis. Selain sayur, para petani juga memasok padi. Kami dorong pemerintah untuk bisa memperluas dampak positif ini di daerah lainnya," ujar Dicky.
Ketua Asosiasi Media Siber Indonesia Jawa Timur, Yatimul Ainun mendorong agar pelaku UMKM banyak dilibatkan dalam MBG. Menurutnya, kolaborasi yang terjadi antara pemerintah dan pelaku UMKM dapat menciptakan sebuah model pemberdayaan ekonomi yang berkelanjutan sehingga dampak positif MBG dirasakan banyak lapisan.
"Ini terbukti fakta-fakta itu di lapangan. Kolaborasi yang terjadi antara pemerintah dan pelaku UMKM dapat menciptakan sebuah model pemberdayaan ekonomi yang berkelanjutan sehingga memberikan manfaat bagi seluruh lapisan masyarakat," tutur Ainun.