Masyarakat Desak Polisi Tangkap Dua Founder ATG Wilayah Malang dan Jatim

5 Motor mewah milik Wahyu Kenzo
Sumber :
  • Viva Malang

Malang – Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Malang Raya, M Zuhdy Achmadi mengatakan, bahwa mereka juga turut melakukan investigasi atas kasus penipuan robot trading Auto Trade Gold (ATG) oleh PT Pansaky Berdikari milik Wahyu Kenzo

Gilas Livin Mandiri, Jakarta BIN Mantabkan Posisi

Dia menuturkan, selain Wahyu Kenzo dan RE yang kini sudah ditetapkan sebagai tersangka. Ada dua orang lagi yang dianggap dalang dibalik penipuan robot trading yang dialami oleh 25 ribu member dengan total kerugian mencapai Rp9 triliun. 

"Jadi berdasarkan temuan hasil investigasi kami, ada orang lagi yang harus ditangkap. dua orang ini adalah founder dari robot trading yang dimiliki Wahyu Kenzo. Sebenarnya ada tiga. Satunya kan sudah ditangkap itu yang inisialnya RE," kata Zuhdy, Selasa, 14 Maret 2023. 

Petinggi KPU Malang dan Anggota DPR RI Dapil V Malang Raya Dilaporkan ke Polda Jatim

Metode investigasi yang mereka lakukan adalah dengan menghimpun informasi dari para korban ATG yang berada di wilayah Malang Raya. Dua orang ini katanya, founder yang bertugas menjaring member di area Malang dan seluruh Jawa Timur.

"Para founder ini adalah posisinya paling atas dalam bisnis bodong robot trading. Sebenarnya banyak. Di setiap daerah mungkin ada. Kayak di Jakarta bahkan luar negeri tapi kami fokusnya yang Malang,” ujar pria yang akrab disapa Didik ini.

Kuliah di BINUS Malang Cukup 2,5 Tahun Siapkan Mahasiswa Untuk Berkarir

Didik menuturkan, bahwa para founder ini mempunyai bawahan yang disebutnya sebagai leader. Merekanini akan menarik member-member. Sedangkan keuntungan yang didapat adalah saat setiap member melakukan trading, para founder ini akan mendapat uang secara otomatis 2 dolar Amerika Serikat. 

“Trading itu satu member pasti dapat keuntungan 2 dolar Amerika Serikat masuk ke kantong para founder. Per hari kan pasti ada trading. Nah bayangkan satu hari ada ribuan atau puluhan ribu trading, itu tingggal dikalikan saja keuntungannya berapa. Ini segera kita laporkan ke Polresta Malang Kota," tutur Didik. 

Halaman Selanjutnya
img_title