Pos Indonesia Percepat Distribusi Bantuan Pengentasan Stunting di Kota Malang

Keluarga Risiko Stunting menerima bantuan telor dan ayam
Sumber :
  • Viva Malang

Malang, VIVA – Pos Indonesia mendistribusikan bantuan pangan pengentasan stunting (BPPS) tahap dua di Kota Malang. Percepatan bantuan ini diberikan kepada 265 keluarga penerima manfaat (KPM) di Kecamatan Blimbing pada Jumat, 28 Juli 2023.

Sempat Ricuh, Ini 6 Tuntutan Aliansi Malang Bergerak saat Demo di Kantor DPRD Kota Malang

Di wilayah Malang terdapat 22.596 penerima manfaat. Program ini diberikan untuk menekan stunting di Indonesia. Hadir Komisaris Independen PT RNI Marsudi Wahyu Kisworo, Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko ID FOOD Thomas Hadinata, Direktur Supply Chain Management dan Teknologi Informasi ID FOOD Bernadetta Raras, Direktur Komersial ID FOOD Nina Sulistyowati, serta Senior Vice President Enterprise Business Pos Indonesia Arifin Muchlis.

Direktur Komersial ID FOOD, Nina Sulistyowati memastikan proses pendistribusian BPPS berjalan baik dan lancar. Para penerima bantuan dipastikan tepat sasaran sesuai alamat yang telah terdaftar di BKKBN.

DPRD Kota Malang Ajak Elemen Bangsa Bersatu Jelang Peringatan HUT ke 79 RI

"Ini penyaluran tahap kedua, sebelumnya tahap pertama semua berjalan lancar. Kemudian tahap ketiga harapannya pertengahan Agustus selesai. Melalui program ini, harapannya bisa menekan stunting di Indonesia," kata Nina.

Sementara itu, Senior Vice President Enterprise Business Pos Indonesia, Arifin Muchlis, mengatakan, bantuan yang diberikan dalam bentuk ayam karkas dan telur

Surat Rekomendasi dari Demokrat Jombang, Tunggu Kepulangan Ketum AHY dari IKN

Pos Indonesia dipercaya untuk mendistribusikan BPPS tahap dua kepada jutaan KPM di Indonesia. Sebelumnya, Pos Indonesia telah sukses melakukan pendistribusian bantuan pangan tahap pertama hingga 100 persen. Selanjutnya, Pos juga melakukan distribusi pangan tahap dua dan tiga.

"Hari ini kami melakukan pendistribusian bantuan pangan pengentasan stunting yang dipusatkan di Kantor Kecamatan Blimbing. Ada 265 dari 22.596 KPM yang menerima bantuan dalam bentuk ayam karkas dan telur di Kota dan Kabupaten Malang," kata Arifin.

Pos Indonesia memastikan distribusi BPPS ayam dan telur kepada keluarga risiko stunting di wilayah Jawa Timur berjalan lancar dan sesuai jadwal. Pos Indonesia telah menyiapkan sarana dan prasarana pendukung agar pendistribusian lancar dan diterima langsung oleh yang berhak.

"Total ada 15.315 sumber daya manusia dan 6.410 sarana yang terlibat pada pendistribusian bantuan pangan pengentasan stunting ini. SDM dan sarana tersebut tersebar di tujuh provinsi, memastikan agar bantuan ini sampai kepada penerimanya," ujar Arifin.

Arifin memastikan pendistribusian bantuan pangan di monitoring secara real time. Pendistribusian jumlah paket hingga KPM akan terdeteksi secara berkala hingga tingkat kelurahan.

Sebagai informasi jumlah Keluarga Risiko Stunting (KRS) di Indonesia yang direncakanan menerima bantuan pemerintah tersebut berjumlah 1.446.089 KRS. Jumlah ini tersebar di tujuh provinsi, yaitu Jawa Barat, Sumatera Utara, Sulawesi Barat, Banten, Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Nusa Tenggara Timur.

Program bantuan pangan ini diharapkan dapat membantu mengatasi masalah pangan bagi warga dengan risiko stunting, serta meningkatkan kualitas hidup keluarga KRS di Indonesia. Bantuan telur dan ayam ini adalah bagian dari program cadangan pangan pemerintah (CPP) tahun 2023. 

Program ini sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo dalam rangka mengentaskan penduduk rawan pangan dan stunting. Setiap KPM akan menerima daging ayam dalam bentuk karkas utuh seberat 0,9 sampai 1,1 kilogram dan satu tray telur berisi 10 butir.