DPRD Kota Malang Target PAD 2026 Naik Jadi Rp1,62 Triliun
- VIVA Malang/ Uki Rama
Malang, VIVA – DPRD Kota Malang menyebut target Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada tahun anggaran 2026 sebesar Rp1,062 triliun. Target ini naik sebesar Rp26,6 miliar dari sebelumnya yang hanya Rp1,035 triliun.
Ketua DPRD Kota Malang Amithya Ratnanggani Sirraduhita mengungkapkan, proyeksi peningkatan target PAD telah melalui sejumlah pemetaan dari sumber pendapatan. Pemetaan dilakukan saat pelaksanaan rapat kerja bersama Pemerintah Kota Malang.
"Di dalam konstruksi yang kami bahas memang ada Rp26,6 miliar, itu termasuk Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) makanan-minuman, bea perolehan atas Hak Tanah dan Bangunan (BPHTB), retribusi, bahkan ada pemanfaatan aset Barang Milik Daerah (BMD)," kata Amihtya, Senin, 6 Oktober 2025.
Pemetaan target PAD juga mengacu pada penurunan dana transfer ke daerah (TKD) dari pemerintah pusat sebesar 21 persen. Pada 2025 jumlah TKD mencapai Rp1,34 triliun sementara di 2026 hanya Rp1,05 triliun.
Meski ditetapkan perkiraan target Rp1,062 triliun. Namun, target PAD masih belum final. Kepastian akan ditentukan saat berjalannya proses pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (R-APBD) 2026.
"Saat R-APBD kami berharap di dalam PAD juga bisa detail lagi," ujar Politisi PDIP itu.
Wali Kota Malang Wahyu Hidayat mengatakan dasar meningkatkan target PAD karena penghitungan pontensi pendapatan dari berbagai sumber, seperti pajak, retribusi, dan pemanfaatan aset dalam bentuk barang milik daerah (BMD). Dari situlah muncul target sebesar Rp26,6 miliar pada 2026.
"Kami mempunyai penghitungan, seperti mulai dari koefisiensi dan kemudian ada juga stimulus. Sehingga kami optimistis ini bisa mengangkat PAD," ujar Wahyu.
Wahyu mengungkapkan keputusan meningkatkan target PAD di 2026 termasuk bagian membentuk kemandirian fiskal di Kota Malang.
"Komponen pendapatan banyak, salah satunya dana TKD, memang TKD ini turun tapi target PAD naik," tutur Wahyu.