Bantu Permodalan, Mekaarpreneur Dorong UMKM Jatim Naik Kelas

Nasabah di Jatim Pemenang Mekaarpreneur
Sumber :
  • VIVA Malang/ Uki Rama

Malang, VIVA – PT Permodalan Nasional Madani (PNM) terus memperkuat dukungannya terhadap pelaku usaha mikro melalui program Mekaarpreneur (Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera). Program ini menjadi wadah bagi nasabah untuk mengembangkan kapasitas usaha agar mampu naik kelas dan berdaya saing di pasar yang lebih luas.

img_title Pementasan Ludruk 'Genaro Ngalam' Semakin Heboh Karena Dihadiri Pak Mbois

Dalam gelaran Mekaarpreneur di Kota Malang, Jumat, 7 November 2025, sebanyak 60 pelaku UMKM dari berbagai daerah di Jawa Timur mengikuti proses pendampingan intensif selama tiga bulan. 

Para nasabah mendapat pelatihan langsung dari Institut Asia Malang, mulai dari pengembangan produk, penyusunan rencana bisnis, hingga strategi pemasaran. 

img_title Rencana Pembongkaran Tembok Griya Shanta Terhalang Penolakan Warga

Dari jumlah tersebut, peserta diseleksi menjadi 30, kemudian 15 finalis, dan akhirnya dipilih tiga pemenang terbaik dengan kategori pelaku usaha paling inovatif.

Kepala Divisi Pengembangan Kapasitas Usaha PNM, Okto Wibisono, menjelaskan bahwa Mekaarpreneur bukam hanya ajang kompetisi, melainkan bagian dari komitmen PNM untuk memberdayakan nasabah melalui pembinaan berkelanjutan.

img_title Beri Benefit Menarik, GoPay Bidik UMKM dan Gamers di Malang

“Mereka kami minta mempresentasikan inovasi produk, rencana bisnis, dan strategi pemasaran. Hari ini kami memilih tiga pemenang terbaik yang akan mendapat pembinaan lebih lanjut dari PNM,” ujar Okto.

Ada tiga pemenang yang diambil dalam kompetisi ini, nantinya mereka akan mendapatkan hadiah uang tunai untuk permodalan. Selain itu, mereka juga akan mendapatkan pendampingan untuk perkuatan pengembangan usaha. 

“Mereka akan dapat hadian pembinaan, untuk meningkatkan kualitas. Kami juga memberikan kompetisi kelompok, sehingga ada projek kolaborasi untuk menumbuhkan kerjasama yang baik,” jelasnya. 

Salah satu pemenang, Aulia Enawati, pemilik Purnomo Jali Bag, mengaku bersyukur bisa menjadi bagian dari program ini.

Berawal dari modal Rp5 juta yang diperoleh melalui pembiayaan PNM, Aulia mengembangkan usaha tas berbahan dasar limbah plastik. Kini, produknya tidak hanya dipasarkan di dalam negeri, tetapi juga telah menembus pasar internasional.

“Hadiah ini nanti akan saya gunakan untuk mengembangkan bisnis dan menambah tenaga pengrajin tas, karena setiap minggu kami harus memproduksi sekitar 150 hingga 200 tas,” ujar Aulia.

Aulia menjelaskan, proses produksinya berawal dari daur ulang botol plastik yang diolah menjadi biji plastik, kemudian diberi warna dan dibentuk menjadi tas dengan desain yang disesuaikan kebutuhan pasar. 

Halaman Selanjutnya
img_title