Perjuangan Pemkot Batu Raih Pengakuan Budaya Nasional, Mulai Prasasti Sangguran hingga Kampung Tempe Beji

Perwakilan Pemkot Batu menemui Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon
Sumber :
  • Prokopim KWB

Batu, VIVA – Perjuangan panjang menjaga identitas budaya terus digelorakan Pemerintah Kota (Pemkot) Batu. Wakil Wali Kota Batu, Heli Suyanto, didampingi Kepala Dinas Pariwisata (Disparta) Kota Batu, Onny Ardianto, menemui Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, di Jakarta pada Selasa 4 November 2025.

img_title Salut dan Bangga, Sosok Humanis Kombes Pol Budi Hermanto Selalu di Hati Warga Batu

Bagi Kota Batu, perjuangan ini bukan sekadar melestarikan benda, melainkan menjaga jiwa dan jati diri kota yang lahir dari peradaban luhur.

Dalam pertemuan itu, Heli membawa lima agenda penting yang menjadi simbol komitmen Kota Batu dalam melestarikan dan memperjuangkan warisan budaya daerah.

img_title DLH Kota Batu Asah Kapasitas Pengelola TPS3R, Siapkan Operasional Rumah Kompos 2026

“Ada lima hal yang kami sampaikan kepada Menteri Kebudayaan. Pertama, repatriasi Prasasti Sangguran. Ini merupakan upaya pemulangan kembali prasasti bersejarah milik Batu yang kini berada di halaman keluarga Lord Minto di Skotlandia,” kata Heli, Rabu 5 November 2025.

Menurutnya, komunikasi awal dengan keluarga Lord Minto telah dilakukan oleh Pemkot Batu sebagai langkah diplomasi budaya. Upaya ini bukan sekadar mengembalikan artefak sejarah, tetapi juga memulihkan martabat dan jejak peradaban Kota Batu yang telah diakui sejak masa kerajaan.

img_title Wali Kota Batu: Pahlawan Tak Berebut Jabatan, Tapi Mengabdi untuk Bangsa

Tak berhenti di situ, Heli juga menyampaikan usulan penetapan Songgoriti sebagai Cagar Budaya Nasional. Kawasan yang dikenal sebagai situs tertua di Kota Batu itu, menjadi saksi awal penyebaran peradaban Jawa Timur kuno.

“Gayung bersambut, pihak Kementerian menyambut positif dan berkomitmen mempercepat proses penetapan. Kami berharap, dengan status nasional, Songgoriti bisa menjadi magnet baru bagi wisata sejarah dan religi di Kota Batu,” ujar politisi Partai Gerindra tersebut.

Selain itu, Pemkot Batu juga menyoroti pelestarian Candi Pendem sebagai situs arkeologi penting yang masih membutuhkan perhatian dan pengelolaan berkelanjutan. Kementerian Kebudayaan disebut akan menindaklanjuti hal ini melalui Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XI Jawa Timur.

Tak hanya situs sejarah, Pemkot Batu turut memperjuangkan rencana pembangunan Art Center Kota Batu. Fasilitas ini dirancang sebagai pusat kegiatan seni dan budaya, ruang ekspresi bagi seniman dan budayawan lokal.

“Terkait Art Center, Pak Menteri menyarankan agar bisa bekerja sama dengan sektor privat, agar pengembangannya lebih cepat dan berkelanjutan,” kata Heli.

Halaman Selanjutnya
img_title