Indeks Kualitas Lingkungan Hidup 2023 Kota Batu Lampaui Target Nasional

Plt Kepala DLH bersama Pj Wali Kota Batu
Sumber :
  • VIVA Malang (Galih Rakasiwi)

Batu, VIVAKota Batu kembali mencatatkan prestasi di bidang lingkungan hidup dengan meraih nilai Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) sebesar 75,12 pada tahun 2023. 

Jatim Park Group Tebar 2.500 Bingkisan untuk Warga Kota Batu

Nilai ini tak hanya melebihi target lokal yang ditetapkan, tetapi juga melampaui rata-rata target nasional, yang berada di angka 72,54.

Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu Alfi Nurhidayat. Dalam keterangan resminya, ia mengungkapkan bahwa capaian ini menempatkan Kota Batu di peringkat ke-7 nasional.

Polres Batu Amankan 3 Pelaku Pengedar Uang Palsu Asal Blitar

Bahkan, Kota Batu menjadi satu-satunya kota di Pulau Jawa yang masuk dalam 10 besar kualitas lingkungan hidup terbaik se-Indonesia.

“Dari hasil penilaian, IKLH Kota Batu tahun 2023 mendapat nilai 75,12, yang masuk dalam kategori baik. Kota Batu menduduki peringkat ke-7 nasional dan menjadi satu-satunya kota di Jawa yang mampu berada di 10 besar,” ujarnya, Minggu 1 Desember 2024.

Dindik Pastikan Pembangunan Sirkuit BMX Tahun Ini, Anggarkan Rp1,6 Miliar

Selain itu, capaian ini didukung oleh realisasi tiga indikator utama. Indeks Kualitas Udara (IKU) Kota Batu yang ditargetkan di angka 86,67 berhasil mencapai 87,23, melebihi ekspektasi.

Indeks Kualitas Lahan (IKL) juga menunjukkan performa baik, dengan realisasi 73,23 dari target awal 65,1. Hasil ini mengukuhkan posisi IKLH Kota Batu di atas rata-rata nasional.

“Kami ingin terus berupaya meningkatkan hasil IKLH lebih tinggi lagi dari rata-rata nasional. Harapannya, kualitas udara yang dihirup masyarakat tetap terjaga, bebas dari zat polutan,” ujarnya.

Untuk itu, DLH Kota Batu terus berkomitmen untuk menjaga dan meningkatkan kualitas lingkungan hidup melalui berbagai langkah konkret. Selama tahun 2023, sejumlah program unggulan telah dilaksanakan, di antaranya restorasi ekosistem, seperti pembersihan sungai dan penghijauan di sekitar sumber mata air.

"Pemantauan kualitas lingkungan, termasuk pengawasan sumber pencemar air dan uji mutu air secara berkala. Edukasi masyarakat, seperti sosialisasi Program Kampung Proklim (Program Kampung Iklim) untuk meningkatkan kesadaran warga akan pentingnya menjaga lingkungan," katanya.

Kemudian, pengembangan infrastruktur, seperti pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) domestik komunal berbasis konsep Ecoriparian. Lalu, konservasi lingkungan, termasuk pembuatan biopori dan distribusi bibit tanaman untuk penghijauan.

DLH juga fokus pada restorasi ekosistem Daerah Aliran Sungai (DAS) Brantas yang menjadi sumber air bagi 17 kota/kabupaten di Jawa Timur. Desa Sumber Brantas di Kota Batu sebagai salah satu hulu DAS menjadi perhatian utama dalam menjaga kelestarian lingkungan.

“Menjaga kelestarian DAS Brantas harus dilakukan bersama, tidak hanya oleh pemerintah tetapi juga masyarakat. Pemahaman dan sosialisasi pentingnya menjaga lingkungan harus terus dilakukan, termasuk pengurangan penggunaan bahan kimia agar kualitas sumber air tetap terjaga,” katanya.

Kemudian, fokus restorasi ekosistem, pihak DLH memprioritaskan lima aspek utama dalam program restorasi ekosistem pertama, restorasi kelembagaan melalui penguatan kerja sama lintas sektor. Kedua, restorasi ekologi dengan penanaman pohon di area rawan longsor.

"Ketiga restorasi hidrologi melalui peningkatan kualitas dan kuantitas air. Ke empat, restorasi morfologi, dengan menjaga garis sungai agar tetap alami, dan ke lima, restorasi sosial-ekonomi, termasuk pemberdayaan masyarakat melalui edukasi dan program lingkungan," ujar Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Batu ini.

Alfi juga mengapresiasi peran pegiat lingkungan seperti komunitas Sabers Pungli yang konsisten mengedukasi masyarakat. Ia berharap kegiatan seperti ini terus berkesinambungan, tidak hanya dilakukan saat momen tertentu saja.

“Kami percaya bahwa dengan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, masyarakat, dan komunitas lingkungan, Kota Batu akan terus menjadi teladan dalam menjaga kelestarian lingkungan di tingkat nasional,” tuturnya.