Diduga Depresi, Warga Mojokerto Nekat Menceburkan Diri ke Sungai Brantas Jombang

Upaya evakuasi korban dari Sungai Brantas.
Sumber :
  • VIVA Malang (Elok Apriyanto/Jombang)

Jombang, VIVA – Diduga mengalami depresi, Suprianto warga Desa Penompo, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto, nekat mengakhiri hidupnya dengan cara menceburkan diri ke Sungai Brantas.

Jalankan Program Kemenkes, Puskesmas Tapen Kudu Jombang Terapkan ILP

Korban menceburkan diri di lokasi tempat penyebrangan Sungai Brantas yang berada di Desa Kesamben, Kecamatan Kesamben.

Kapolsek Kesamben, Iptu Niswan menjelaskan, peristiwa ini terjadi pada Minggu 15 September 2024, sekitar pukul 22.00 WIB.

Jadi Ketua PC Muslimat NU Jombang, Ini Track Record Mundjidah Wahab

Lebih lanjut Niswan mengatakan bahwa berdasarkan keterangan saksi dan pelapor, malam saat itu perahu penyeberangan sedang bersandar, di utara Sungai Brantas, tepatnya di Desa Betro Kecamatan Kemlagi, Mojokerto.

"Saksi dan pelapor melihat ada seorang pria yang mengendarai sepeda motor kemudian berhenti di bagian selatan sungai, atau tepatnya di Desa Kesamben, Kecamatan Kesamben Jombang," kata Niswan, Selasa, 17 September 2024.

Hadapi Potensi Bencana, Relawan Malang Raya Gelar Pelatihan SAR

Melihat ada seorang pengendara sepeda motor, saksi dan pelapor kemudian mengarahkan perahu ke arah Jombang. Untuk mengantarkan korban. 

Namun, di tengah perjalanan, saksi melihat korban tiba-tiba menceburkan diri ke dalam sungai Brantas.

"Karena dikira hendak menyebrang sungai, namun selang beberapa menit kemudian saksi melihat orang yang dimaksud tersebut menceburkan diri ke dalam sungai brantas setelah mematikan mesin sepedamotornya tersebut," ujarnya.

Sesampainya di seberang sungai yang masuk wilayah Jombang, saksi dan pelapor kemudian mendekati sepeda motor korban Honda Supra X 125, dengan nopol S 5285 VI, warna hitam-silver tersebut dan mendapati tidak ada orang sama sekali. 

"Selanjutnya saksi melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Kesamben," tuturnya.

Setelah dilakukan pemeriksaan terhadap keluarga korban, diketahui bahwa korban memang mengalami depresi. Sehingga nekat mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri menceburkan diri ke sungai brantas. "Menurut istrinya hanya kejiwaanya labil," kata Niswan.

Usai dilaporkan hilang dan tenggelam sejak tanggal 15 September 2024, tim SAR dan BPBD Kabupaten Jombang, melakukan upaya pencarian terhadap korban.

Hasilnya, pada hari Selasa 17 September 2024, sekitar pukul 06.00 WIB, warga menemukan jasad korban mengambang diantara tanaman enceng gondok.

"Korban ditemukan, mengambang tertutup sama enceng gondok, itu tadi kami dapat laporan dari warga terus kami kroscek, bersama teman-teman, dan benar itu korban atas nama Suprianto dan dibenarkan oleh pihak keluarga, namun korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia," ujar Andi Pamuji komandan tim Basarnas Surabaya.