Nekat Beraksi di Gebyar Tari Bunda PAUD Jombang, Pencopet Nenek-Ponakan Ditangkap Polisi

Polisi mengamankan dua pencopet di Gebyar Tari Bunda PAUD Jombang
Sumber :
  • Elok Apriyanto

Jombang, VIVA – Pasangan pencopet nenek-keponakan asal Kediri ditangkap aparat Polsek Jombang. Gara-garanya, mereka kedapatan mencopet saat Gebyar Tari Bunda PAUD di lapangan Desa Pulolor, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jombang, Jawa Timur.

Lebaran ke 3 di Jombang, Antrian Kendaraan Mengular dari SPBU hingga Mengkreng

Pencopet nenek-ponakan ini diketahui merupakan warga Desa Gedangsewu, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri. Identitasnya bernama Nurvwiyati (74) dan Mochamad Jayin (51).

Dari tangan kedua tersangka, polisi mengamankan 5 unit ponsel. Tersangka mengaku telah beraksi mulai pukul 07.00 WIB hingga 09.00 WIB.

Mobil Rombongan Keluarga Pemudik dari Tuban Terbakar di Jombang

Kapolsek Jombang, AKP Soesilo menjelaskan kedua tersangka ini sebelumnya memantau grup pedagang kaki lima (PKL) yang akan berjualan pada acara-acara tertentu.

Namun pada Sabtu 11 Mei 2024, pelaku mendapat informasi akan adanya acara gebyar tari Bunda PAUD yang diselenggarakan di lapangan Desa Pulolor Kecamatan Jombang.

Pemudik Asal Pasuruan Tewas Usai Kecelakaan Tunggal di Jombang

Penangkapan pelaku copet ini dilakukan saat pengamanan kegiatan masyarakat yang ada di lapangan Desa Pulolor tersebut.

"Pelaku ini berasal dari Pare Kediri. Mereka mengetahui kegiatan masyarakat yang ada di Jombang ini, melalui grup PKL," ujarnya.

Dalam aksinya, pelaku menyamar sebagai pedagang telur. Mereka berangkat dari Kediri dan sampai ke Jombang sekitar pukul 07.00 WIB.

Sesampainya di lokasi, kedua tersangka membagi peran. Untuk tersangka Nurvwiyati bertugas sebagai eksekusi. Sedangkan Jayin keponakannya, bertugas mengamankan benda hasil curiannya.

"Pelaku berbaur dengan pengunjung dan mencopet. Yang kita amankan dua orang, yang satu sebagai yang ngambil atau pemetik, yang satu sebagai penerima," tuturnya.

Soesilo menjelaskan dari aksinya yang baru beberapa jam saja di lokasi gebyar tari Bunda PAUD, pelaku berhasil mencuri 5 unit ponsel milik pengunjung acara.

Dari hasil pemeriksaan, diketahui bahwa kedua pelaku sudah menjalankan aksinya di beberapa daerah di luar Pare Kediri. Mereka sudah melakoni aksi mencopet ini selama 1 tahun.

"Pelaku ini selalu berpindah-pindah, selalu melihat ada kegiatan masyarakat yang ada di beberapa daerah, mulai Jombang, Nganjuk, Kediri, Mojokerto jadi selalu berpindah-pindah," ujarnya.

"Dua orang masih satu keluarga. Ini pelaku MJ keponakan sedangkan N ini Bu de nya," tambahnya.

Ia mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan ponsel pada saat acara kemarin, untuk segera mendatangi Polsek Jombang.

"Kita imbau masyarakat yang merasa kehilangan untuk mendatangi Polsek beserta membawa barang bukti kepemilikan handphone, seperti dosbuk," kata Soesilo.

Akibat perbuatannya, kedua tersangka kini mendekam di sel tahanan Polsek Jombang kota. Pelaku dijerat dengan pasal 363 subsider pasal 362 KUHP ancaman hukumannya 5 tahun penjara.

Sementara itu, Nurvwiyati mengatakan nekat mencopet lantaran terlilit hutang. "Banyak hutang mas. Sudah satu tahun. Di Jombang, di Mojokerto," katanya

Ia menegaskan saat menjalankan aksinya, ia sengaja menunggu korbannya lengah. Jika kondisi tidak memungkinkan ia memilih untuk tidak mengambil.

"Ya kalau susah gak tak ambil, ngambil yang bisa," ujarnya.

Ia menegaskan bahwa hp yang ia curi dijual dengan harga yang sangat murah. "Ya biasa dijual 400, 500 ribu, kalau yang sudah pecah dijual 100 ribu," tuturnya