Pertamina Klaim Pemakaian Gasoline Bensin Naik 17 Persen di Malang Raya
- VIVA Malang / Galih Rakasiwi
Malang, VIVA – BBM jenis gasoline (bensin) diprediksi mengalami kenaikan konsumsi sebesar 11,8 persen saat arus mudik dan balik Ramadan 1445 Hijriah. Kenaikan itu dihitung dari rerata normal harian 18.225 kilo liter perhari pada Januari 2024.
Hal itu disampaikan oleh Deny Sukendar, Pejabat Sementara Executive GM Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Selasa, 2 April 2024.
"Tapi meski ada kenaikan dari gasoline bensin, untuk gasoil diesel justru malah turun sebesar minus 14,8 persen dari retata normal harian 8.087 kilo liter perhari. Nah untuk wilayah Malang Raya, gasoline diperkirakan naik 15 sampai 17 persen dari normal harian sebelum Ramadan, yang mencapai 482 kilo liter per hari. Sedang gasoil turun minus 4 persen dari konsumsi normal harian 83 kilo liter per hari," katanya.
Selain itu, untuk konsumsi LPG, juga diprediksikan ada peningkatan sebesar 5,3 persen dari konsumsi normal harian 5.920 Metrik Ton per hari. Terdiri dari LPG 3 kg naik sebesar 5 persen dari konsumsi normal 5.745 Metrik Ton per hari dan LPG Non Subsidi, naik 12,6 persen dari konsumsi normal harian 175 Metrik Ton per hari.
"Lalu di wilayah Malang Raya, LPG naik 7 sampai 8 persen dari normal harian LPG 3 kilogram 115 Metrik Ton per hari dan LPG Bright Gas 8 Metrik Ton per hari," ujarnya.
Dari perhitungan tersebut, lanjut Deny, Pertamina melakukan penebalan stock sampai dengan 5 sampai 15 persen untuk BBM dan LPG di storage, yang tersebar diseluruh Jatimbalinus.
"Mulai dari tempat penyimpanan hingga lembaga penyalur, yang melayani konsumen, dengan tetap selektif memperhatikan peningkatan konsumsi harian," tuturnya.
Kemudian untuk mendukung kelancaran perjalanan, selama periode Pertamina Siaga, ditambah layanan berupa 100 Motorist Pertamina Delivery Service dan 15 Kantong BBM berbentuk Mobil Tanki (Mobile Storage) se-Jatimbalinus yang akan siaga pada titik-titik rawan kemacetan, bencana dan konsentrasi pemudik, serta destinasi wisata utama di Jatimbalinus.
"Kedua layanan tersebut untuk memangkas jarak supply dan mendekatkan energi ke konsumen. Jika di Malang Raya, akan ada Pertamina Delivery Service 135, terbagi dalam tiga unit. SPBU Modular (di rest area yang tidak ada SPBU-nya), disiapkan satu unit di di tol km 84A. Ditambah mobile storage dua unit di Kota Batu dan satu unit di Kabupaten Malang," katanya lagi.
Pertamina juga melakukan kinerja ekstra, dengan membentuk Satgas Ramadan dan Idul Fitri. Mulai tanggal 25 Maret-21 April 2024, yang akan memonitor secara ekstra untuk menjamin distribusi, kesiapsiagaan seluruh lembaga penyalur.
"Baik BBM maupun LPG, serta keadaan khusus emergency lainnya, yang dapat mengganggu kelancaran distribusi," tuturnya.