Debu Limbah Pabrik Kayu di Tunggorono Masih Hantui Warga Jombang

Debu limbah kayu yang mencemari lingkungan warga
Sumber :
  • Elok Apriyanto / Jombang

Pertama, pihak perusahaan secara berkala mengaku sudah melamporkan perkembangan pencegahan dan perbaikan kepada Dinas Lingkungan Hidup atau DLH Jombang. 

Lebaran ke 3 di Jombang, Antrian Kendaraan Mengular dari SPBU hingga Mengkreng

Kedua, pihak perusahaan meminta pengertian dari masyarakat Dusun Tunggorono agar menunggu proses tindak perbaikan dan pencegahaan yang dilakukan sampai batas tenggat waktu yang telah tertuang dalam berita acara hasil pertemuan warga.

"Selain itu, perusahaan juga menyebut ada faktor lain yang menyebabkan polusi misalnya iklim kemarau dan kecepatan angin yan tinggi sehingga menimbukan debu debu bertebaran. Dan sebenarnya surat itu tidak sesuai dengan tuntutan kami," kata Edwin.

Mobil Rombongan Keluarga Pemudik dari Tuban Terbakar di Jombang

Sementara itu, Kepala Desa Tunggorono, Didik Dwi Mulyawan mengatakan, karena jawaban pabrik atas tuntutan warga dinilai tak sesuai. Aparatur desa berencana akan mempertemukan warga, secara langsung dengan pihak perusahaan.

"Insya Allah Rabu (4 Oktober) besok, kita mengadakan pertemuan antara warga dengan perusahaan. Nanti juga akan dihadiri tiga pilar (pemerintah dan polisi)," ujar Didik.

Hari Ke 2 Lebaran di Jombang, Antrian Kendaraan Mengular hingga 12 Kilometer

Seperti diberitakan sebelumnya, warga satu Dusun mengeluh tentang adanya polusi serbuk kayu, hasil pengolahan pabrik kayu di Desa Tunggorono. Keluhan ini mendapat respon dari aparat kepolisian setempat.

Bahkan, polisi menemukan penyebab adanya debu serbuk kayu yang menyebabkan gangguan saluran pernapasan pada tiga balita yang ada di RT 1, dan RT 2, RW 1, Dusun Tunggorono.

Halaman Selanjutnya
img_title