Musim Kemarau, Warga di Jombang Kekurangan Air Bersih Terpaksa Ambil di Sungai
- Elok Apriyanto / Jombang
Untuk mengatasi hal itu, biasanya warga setempat harus mencari air di sungai, sejauh 1 kilometer yang berada di Desa sebelah. Mereka harus jalan untuk menimba air untuk kebutuhan sehari-hari.
"Kalau kurang air ya nyari di sungai, di daerah Kedungdendeng, kayak tadi," tuturnya.
Ia berharap agar pemerintah bisa memberikan bantuan atau solusi permanen pada warga sehingga pada saat musim kemarau warga tak kesulitan mencari air bersih.
"Ya harapannya bisa dapat air, dengan mudah. Kalau bisa airnya bisa mengalir sampai ke rumah-rumah," katanya.
Hal senada juga diungkapkan, oleh Sulhadi (58) warga Dusun Jipurapah. Menurut Sulhadi air dari sumber yang dibangun Desa, belum mencukupi kebutuhan air bersih warga pada saat musim kemarau seperti saat ini. Kondisi ini membuat warga harus mencari air di sungai pada saat sore dan pagi.
"Di sungai cari air, ya buat cuci baju, mandi. Soalnya air yang di Desa itu tidak mencukupi, sumber airnya kalau musim kemarau gini kering airnya," ujar Sulhadi.
Di desa ini terdapat pompa air. Tetapi pompa air tersebut pada jam tertentu air yang mengalir dari pompa tidak lancar atau kecil bahkan tidak mengalir.