Penjual Pakaian Bekas Impor di Malang Akan Didata Oleh Diskopindag

Kepala Diskopindag Kota Malang, Eko Sri Yuliadi
Sumber :
  • Humas Pemkot Malang

Malang – Polemik tentang bisnis pakaian bekas impor atau thrifting disikapi oleh Pemerintah Kota Malang. Melalui Dinas Koperasi, Industri dan Perdagangan (Diskopindag) mereka akan melakukan pendataan kepada pelaku usaha thrifting. 

Seorang Lansia Perempuan Ditemukan Sudah Membusuk di Kamarnya

Kepala Diskopindag Kota Malang, Eko Sri Yuliadi mengatakan, bahwa pendataan dilakukan untuk mengetahui pasti jumlah pedagang pakaian bekas impor. Sebagai pemerintah daerah mereka akan mengikuti arah kebijakan pemerintah pusat yang menganggap bisnis thrifting merugikan industri tekstil dalam negeri. 

Pendataan dilakukan dalam waktu dekat. Tugas Diskopindag dalam penertiban pedagang baju impor bekas baru sebatas pendataan. Sebab, penindakan ada di tangan aparat penegak hukum. 

CJH Jombang Mulai Jalani Vaksin Meningitis dan Polio

"Kita akan pantau. Pemeriksaan secara langsung untuk pendataan ya, kita cek ke tempatnya. Kan dari pusat memang sudah dilarang, nah kemudian kepolisian juga mulai menelusuri. Jadi kita juga akan bergerak melakukan pendataan," kata Eko. 

Eko meminta pelaku usaha thrifting tidak perlu cemas dan khawatir. Sebab, mereka hanya melakukan pendataan. Tujuannya untuk mengantisipasi, kemungkinan adanya virus di baju bekas impor. Mereka akan menggandeng Dinas Kesehatan dan Polisi dalam pendataan ini. 

DPRD Kritik Kebijakan Pemkot Batu yang Berpihak ke Jukir Dibanding Masyarakat

"Paling Minggu ini, segera kita periksa. Kalau ada yang bahaya membawa virus di pakaian bekasnya, itu akan jadi perhatian khusus, kita koordinasi dengan Dinkes dan Kepolisian juga," ujar Eko. 

Eko mengungkapkan, bahwa Pemerintah Daerah akan bijak dalam mengontrol perdagangan baju bekas impor. Apalagi, mayoritas adalah pedagang kecil. Lalu, trend baju bekas impor sedang marak pada anak-anak muda belakangan ini. 

"Kan mereka juga pengusaha kecil ya, yang nanti dimana pemerintah pasti bijak lah dalam menyikapi hal seperti ini. Kita akan lihat dulu di lapangan seperti apa," tutur Eko. 

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menginstruksikan seluruh jajarannya untuk mencari titik awal masalah dan melakukan pemeriksaan terkait beredarnya pakaian bekas impor di Indonesia. 

Instruksi ini diberikan atas kegeraman Presiden RI Joko Widodo dengan maraknya impor pakaian bekas atau thrifting. Menurut Jokowi, impor pakaian bekas mengganggu industri tekstil dalam negeri.

"Terkait dengan instruksi Bapak Presiden, saya sudah instruksikan kepada jajaran untuk dilakukan pemeriksaan," ujar Sigit kepada wartawan, Minggu, 19 Maret 2023.