KPU Kota Malang Persiapkan Pemilu Serentak, Sedot 24 Ribu SDM

KPU Kota Malang siapkan Pemilu serentak
KPU Kota Malang siapkan Pemilu serentak
Sumber :
  • istimewa

Malang – Setidaknya dibutuhkan 24 ribu lebih SDM di Kota Malang untuk membantu tugas Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyukseskan Pemilihan Umum (Pemilu) serentak di 2024 mendatang.

Ini ditegaskan Komisioner KPU Kota Malang Divisi Sosdiklih, Parmas dan SDM M Toyib, Selasa 22 November 2022.

Ia menjelaskan SDM yang dibutuhkan untuk badan adhoc ini totalnya ada 24.341 orang. SDM ini dibutuhkan mulai mengisi PPK, PPS, hingga tenaga Linmas. 

“Kebutuhan PPK saja ada 25 orang, PPS kita butuh total 171 orang untuk 57 kelurahan. Lalu Pantarlih (Panitia Pendaftaran Pemilih) butuh sebanyak 2.395 orang sesuai jumlah TPS. Untuk KPPS butuh sekitar 16 ribu dan Linmas kita butuh sekitar 4.700 untuk jaga di tiap TPS,” tegas Toyib.

Untuk itulah sebanyak kurang lebih 24 ribu SDM dibutuhkan. SDM sebanyak ini memang dibutuhkan sesuai jumlah tersebut. Dikarenakan pesta demokrasi pada 2024 mendatang memiliki banyak tahapan pemilihan. 

Yakni mulai dari pemilihan presiden, pemilihan legislatif, pemilihan pimpinan daerah hingga pemilihan DPD. 

Turut menambahkan Ketua KPU Kota Malang Aminah Asminingtyas menjelaskan pemilu saat ini memiliki empat posisi. Pertama, memilih anggota DPR RI, yang sementara ini masih 575 kursi karena belum ada Perpu baru terkait tambahan 3 daerah otonomi baru di Papua. 

Kemudian, posisi kedua adalah memilih Presiden dan Wapres. Ketiga memilih anggota DPRD baik provinsi maupun kabupaten/kota. Terakhir memilih DPD RI. 

"Jadi ada empat posisi di hari yang sama. Sehingga nanti di TPA ada lima kotak suara. Persis seperti Pemilu 2019," ujar Aminah. 

Landasan UU-nya juga tetap, tidak ada perubahan yakni UU No 7/2017. Sosialisasi tersebut juga untuk mendorng partisipasi publik Kota Malang. Dalam rentan waktu 2014-2019, tren partisipasi di Kota Malang naik sebanyak 13,64 persen.

Angka tersebut menjadi yang tertinggi di Jawa Timur. Kota Malang sebagai salah satu kota yang mengalami pelaksanaan Pilwali, pada 2013 dan 2018, mengalami peningkatan partisipasi sebesar 0,43 persen.