Implementasi Program Bupati Jombang, Disnak Siapkan Modal untuk Peternak
- Elok Apriyanto / Jombang
Jombang, VIVA – Implementasikan program Bupati Jombang, Jawa Timur, Warsubi, Dinas Peternakan (Disnak) Jombang menyalurkan bantuan modal usaha sebesar Rp5 juta bagi calon peternak.
Program prioritas Bupati Jombang satu dusun satu wirausaha ini ditujukan untuk mencetak wirausaha baru di desa, guna memperkuat ketahanan pangan, sekaligus mendorong pertumbuhan UMKM.
Dimana program ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis desa. Salah satunya melalui program tersebut, yang kini mulai menyasar sektor peternakan rakyat.
Kepala Dinas Peternakan Jombang, M Saleh, menjelaskan pihaknya menyiapkan bantuan modal Rp5 juta bagi calon peternak. Langkah ini diharapkan mampu melahirkan wirausaha baru di tingkat dusun yang berdaya saing dan berkelanjutan.
“Dinas Peternakan merupakan unsur penunjang ketahanan pangan. Maka dari itu, kami mengambil peran dengan menyiapkan calon wirausaha dari kelompok maupun individu peternak,” kata Saleh, Kamis, 2 Oktober 2025.
Saleh mengatakan sebagai, tahap awal program ini dimulai dengan pendataan calon peternak di setiap dusun. Skemanya dilakukan melalui pola kemitraan dan sistem bapak asuh.
"Jenis usaha yang dipilih beragam, mulai dari unggas, kambing, hingga domba. Satu kelompok calon wirausaha terdiri dari dua sampai tiga orang anggota," ujarnya.
Pihaknya pun menegaskan program ini sebagai percontohan, usaha ayam pedaging akan dijalankan di Desa Keras, Kecamatan Diwek, pada Oktober–November 2025.
Program ini, sambung Saleh menggandeng PT Japfa yang akan mendampingi mulai dari penyediaan bibit, pakan, hingga obat-obatan, sekaligus menjamin pemasaran hasil ternak.
“Percontohan ini akan menjadi tempat belajar bagi desa lain. Mulai dari cara membuat kandang, beternak ayam, hingga pemasaran. Kita sudah bermitra dengan PT Japfa untuk mendukung penuh calon wirausaha peternakan,” tutur Saleh.
Selain itu, Dinas Peternakan Jombang juga melakukan pendataan kandang ayam terbengkalai di wilayah selatan untuk dimanfaatkan kembali melalui renovasi bersama mitra.
“Yang penting calon peternak punya lahan atau kandang. Untuk kebutuhan bibit, pakan, hingga obat-obatan akan disediakan melalui kemitraan dengan Japfa. Jadi mereka tidak kesulitan dalam pemasaran karena sudah ada sistem bagi hasil,” katanya.