7 SMP Negeri di Jombang Dapat Proyek Rehab di 2024

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jombang, Senen
Sumber :
  • Elok Apriyanto / Jombang

Jombang, VIVA – Sejumlah bangunan SMP Negeri di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, yang kondisinya rusak, tahun ini bakal diperbaiki atau direhab.

Lebaran ke 3 di Jombang, Antrian Kendaraan Mengular dari SPBU hingga Mengkreng

Kini, 7 rehab gedung SMP Negeri tersebut, tengah memasuki masa perencanaan, sebelum dilakukan proses lelang.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P dan K) Kabupaten Jombang, Senen, mengatakan, untuk bidang SMP saat ini masih menyusun perencanaan.

Mobil Rombongan Keluarga Pemudik dari Tuban Terbakar di Jombang

"Sekarang masih perencanaan, kalau sudah selesai nanti dinaikkan ke PBJ," kata Senen, pada Senin 19 Februari 2024.

Meski demikian, Senen menyebut proses ini tak akan lama, diperkirakan pada bulan Maret nanti semua sudah rampung dan siap masuk Lelang. 

Hari Ke 2 Lebaran di Jombang, Antrian Kendaraan Mengular hingga 12 Kilometer

"Akhir Maret harus sudah selesai agar segera naik ke PBJ," ujarnya.

Senen mengatakan bahwa, tahun ini, 7 SMP Negeri mendapatkan dana alokasi khusus (DAK) yang seluruhnya dilaksanakan melalui lelang.

Masing-masing, adalah pembangunan ruang kelas baru (RKB) dan rehab ruang kelas SMPN 6 Jombang dengan pagu Rp1,1 miliar.

Ada pula pembangunan lab komputer, rehab ruang kelas, rehab ruang guru, dan rehab ruang kepala sekolah SMPN 2 Mojowarno dengan pagu Rp917 juta.

Begitupun untuk rehab ruang kelas, rehab ruang UKS dan rehab ruang guru, rehab ruang kepala sekolah dan rehab ruang tata usaha SMPN 2 Diwek senilai Rp611 juta.

Proyek rehab ruang kelas dan rehab ruang perpustakaan, juga akan dilakukan di SMPN 1 Jogoroto dengan pagu Rp548 juta.

"Ada juga proyek rehab ruang UKS, rehab ruang guru, rehab ruang kepala sekolah dan rehab ruang tata usaha SMPN 1 Kudu dengan pagu Rp455 juta," tuturnya.

Terakhir, adalah rehab ruang dengan tingkat kerusakan minimal-sedang beserta perabotnya di SMPN 1 Kabuh dengan pagu Rp350 juta. 

"Semua nilainya diatas Rp200 juta, jadi harus melalui tahap lelang," kata Senen.

Sementara itu, Joko Murcoyo selaku kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) Setdakab Jombang mengaku belum menerima berkas lelang dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang untuk sejumlah SMP Negeri itu.

"Kami belum menerima berkas lelang dari dinas P dan K untuk rehab SMP negeri," ujar Joko.

Ia menyebut, baru menerima berkas pengadaan seragam gratis, yang dibeli melalui e-katalog.

Itupun, pengadaannya akan dilakukan secara langsung melalui e-katalog, dan bukan melalui lelang. 

"Yang masuk baru seragam saja, untuk rehab sekolah baik SD maupun SMP," tutur Joko.