Bhayangkara Turut Segel Tiket Final Four Proliga Ikuti Jejak LaVani dan STIN BIN

Tim Jakarta Bhayangkara Presisi
Sumber :
  • Istimewa

MalangJakarta Bhayangkara Presisi menyegel tiket 4 besar atau final four PLN Mobile Proliga 2023. Kepastian ini mereka dapat usai mengkandaskan, Palembang Bank SumselBabel dengan skor 3-0 yakni, set pertama 25-23, set kedua 25-18, dan set ketiga 25-20. 

Belasan Peserta Upacara Hardiknas di Jombang Jatuh Pingsan

Jakarta Bhayangkara Presisi mengikuti langkah Jakarta LavAni Allo Bank dan Jakarta STIN BIN yang terlebih dahulu memastikan tempat di final four Proliga. Bhayangkara Presisi kini mengoleksi sembilan kemenangan dari sepuluh laga dengan poin 26. Raihan ini sulit dikejar oleh tiga tim di bawahnya, Surabaya BIN Samator, Jakarta BNI 46, dan Jakarta Pertamina Pertamax.

Asisten pelatih Jakarta Bhayangkara Presisi, Ayip Rizal mengungkapkan setelah memastikan final four. Kini mereka akan fokus menghadapinya. Dia menegaskan bahwa pemain harus tampil maksimal karena pertandingan di final four akan lebih ketat. 

Irak U23 vs Indonesia U23, Garuda Muda Wajib Menang Demi Satu Tiket Lolos Olimpiade Paris 2024

"Semua tim pasti akan lebih kompak dan kemampuannya juga akan lebih meningkat," kata Ayib. 

Ada beberapa catatan evaluasi yang akan dibenahi oleh tim Bhayangkara Presisi. Yakni, memperbaiki stamina, koordinasi antara spike dan seter yang beberapa kali eror. Serta akan melakukan rotasi pemain pada ajang lanjutan Proliga di DI Yogyakarta usai Malang. 

Datangi Rumah Para Guru, Cara Kadindik Jatim Peringati Hari Pendidikan Nasional

Sementara itu, asisten pelatih Palembang Bank SumselBabel, Raynold Ludwid Nanlohi, menuturkan bahwa penyebab kekalahan timnya karena faktor defend dan pasing yang banyak terjadi kesalahan. 

"Untuk pertandingan selanjutnya kami akan melakukan perbaikan dan evaluasi lagi," ujar Raynold

Sementara pemain Bank SumselBabel, lSandy Akbar mengakui tim Bhayangkara Presisi terlalu kuat. Apalagi lawan memiliki masa persiapan yang cukup lama sehingga hal itu mempengaruhi kondisi fisik dan mental di lapangan. 

"Tim sebenarnya mempunyai target untuk masuk final four. Namun rejeki berkata lain," tuturnya.