Disambangi Maling, Sound System Milik SDN di Jombang Hilang

Pelaku pencurian sound system terekam kamera CCTV sekolah.
Sumber :
  • Elok Apriyanto / Jombang

Jombang, VIVA – Peristiwa pencurian kembali menyasar sejumlah gedung sekolah di Kabupaten Jombang, Jawa Timur.

Lebaran ke 3 di Jombang, Antrian Kendaraan Mengular dari SPBU hingga Mengkreng

Seperti yang terjadi di SDN 1 Denanyar, yang ada di Kecamatan Jombang. Sound system yang ditempatkan di ruang perpustakaan sekolah, raib usai disambangi maling pada Selasa, 12 Maret 2024 kemarin.

"Kejadiannya baru kemarin. Saya taunya dari penjaga yang memberi kabar ruang perpustakaan yang difungsikan untuk tempat ibadah kebobolan," kata Kepala SDN 1 Denanyar, N Komala Yuniarsih, Kamis, 14 Maret 2024.

Mobil Rombongan Keluarga Pemudik dari Tuban Terbakar di Jombang

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa pihaknya mengetahui barang elektronik di sekolahnya raib pada Selasa 12 Maret sore. Setelah penjaga berkeliling, dan bersih-bersih karena siswa akan kembali masuk sekolah pada 15 Maret. 

"Penjaga menemukan sound system yang ada di dalam perpustakaan yang sekarang dijadikan ruang ibadah hilang. Tidak diambil semua, hanya diambil mesinnya saja, sama amplifiernya," ujarnya.

Hari Ke 2 Lebaran di Jombang, Antrian Kendaraan Mengular hingga 12 Kilometer

Ia pun mengaku pada hari Rabu 13 Maret 2024 pagi, baru melakukan pengecekan CCTV. Dari situ diketahui, bahwa ada orang tak dikenal masuk ke sekolah pada Sabtu 9 Maret 2024, dini hari sekitar pukul 01.00 WIB.

"Maling masuk melalui jendela perpustakaan yang sudah rusak. Jendela rapuh itu ditutup dengan menggunakan bekas papan tulis. Untuk menuju jendela, maling naik menggunakan meja yang biasa dipakai siswa olahraga," tuturnya.

Komala dan seluruh guru mengaku tak tahu, siapa orang yang tertangkap CCTV tersebut. "Orangnya tidak pakai baju, hanya pakai kolor, jadi saya rasa bukan orang jauh," katanya.

Ia pun menjelaskan bahwa pengamanan di sekolahnya sudah cukup ketat. Di sekolah, ada tiga rumah dinas. Dua ditempati pembimbing mulok keagamaan. Satu lainnya ditempati penjaga. 

"Di sini juga ada CCTV. Lingkungan sekolah juga di pinggir jalan raya. Samping kanan kiri juga ada kios. Ini pembelajaran bagi kami, lingkungan yang kami anggap aman-aman saja, ternyata tetap harus waspada," ujarnya.

"Rumah dinas yang ditempati penjaga dekat dari sini. Kami menyimpan barang saya kira aman. Tapi ada juga beberapa barang yang memang sengaja kami bawakan guru agar lebih aman," tuturnya. 

Akibat peristiwa itu, Komala menyebut bahwa sound system yang hilang harganya sekitar Rp500 sampai Rp700 ribu. Namun, karena yang diambil hanya mesin saja, ditaksir kerugian tak sampai Rp500 ribu. 

"Apalagi kondisinya sedang error, jadi mungkin harganya dibawah Rp500 ribu," katanya.

Sementara itu, Koordinator Wilayah Kerja Pendidikan Kecamatan Jombang, Wahib, mengatakan, ia baru menerima laporan kemalingan itu hari Rabu 13 Maret 2024 pagi.

"Pengamanan di SDN Denanyar 1 sudah baik. Tapi namanya maling pasti cari celahnya," ujar Wahib.

Selain itu, Wahib mengaku bahwa kejadian pencurian tersebut sudah ia laporan ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Jombang.

"Sudah kami laporkan ke dinas, diimbau untuk meningkatkan pengamanan. Setiap pertemuan bersama kepala sekolah, selalu mengingatkan untuk meningkatkan pengamanan. Memasang tralis di ruangan yang ditempati benda-benda berharga," tuturnya.

"Juga kunci double, memasang CCTV dan penjagaan yang lebih ketat. Seperti berkeliling secara berkala. Kalau gurunya mau, boleh dibawa pulang, agar lebih aman," kata Wahib.