Ini Kronologis Polisi Jombang Diduga Terlibat Perampasan Mobil di Blitar
- Elok Apriyanto / Jombang
Jombang, VIVA – Keberadaan mobil pickup L300 nopol DE 8915 AC milik seorang warga Panggungrejo, Kabupaten Blitar, yang dirampas oknum anggota polisi dari Polsek Diwek, Kabupaten Jombang kini masih belum jelas adanya.
Hal ini dikarenakan mobil tersebut masih dipakai oleh anak San (Darsono) warga Kecamatan Perak, Kabupaten Jombang bepergian ke luar kota.
Kapolsek Diwek, AKP Dwi Basuki mengatakan, mobil Pickup milik Darsono sebenarnya digadaikan ke SL (Slamet) warga Desa Tunggorono.
Namun, setelah itu mobil tersebut dipindah tangankan oleh SL ke beberapa orang, hingga akhirnya mobil tersebut dibeli oleh Ani Usnawati (38) warga Panggungrejo, Kabupaten Blitar, dengan harga Rp45 juta.
"Waktu penggadaian itu, surat-suratnya ditanya (oleh SL), suratnya ada gak. Terus surat STNK dan BPKB mobil itu ditunjukkan, setelah dicek surat lengkap dan dibayarlah Rp30 juta. Setelah itu dia (Darsono) lupa, surat-surat tidak diminta dan dibawa sama SL," kata Basuki, Kamis, 5 Oktober 2023.
Setelah tiba waktu untuk mengambil mobil pickup tersebut. SL sudah tidak dapat dihubungi, dan keberadaannya juga tidak diketahui.
"Waktu penebusan SL sudah gak ada, dan ternyata mobil itu digadaikan, digadaikan. Nah yang punya mobil ini memiliki saudara yang berdinas di Polres Kediri, akhirnya mobil itu dilacak ke Kediri," ujar Basuki.
Dari pelacakan mobil tersebut, diketahui bahwa mobil itu sudah berpindah tangan ke warga Blitar. Selanjutnya pemilik mobil mengajak anggota Polsek Diwek untuk mengambil mobil itu di Blitar.
"Setelah tahu ada di Blitar, dia (San) akhirnya meminta bantuan ke anggota saya (Aiptu Suryanto), dan pak Suryanto ini tidak izin ke kami (Polsek Diwek), langsung ke sana (Blitar) tiba-tiba ngambil itu (mobil)," tuturnya.
Basuki mengatakan langkah yang saat ini dilakukan adalah menarik mobil tersebut kembali ke pemiliknya. Untuk ditaruh di Polsek Diwek. Namun, mobil ini masih dalam pencarian anggota Polsek Diwek.
"Mobil ini harusnya ditaruh di Polsek, yang punya dari Blitar kota tarik ke sini, dan duduk permasalahannya bisa kita jelaskan, kalau memang mobil ini dulunya gadai, maka bagaimana caranya kedua belah pihak mau mengganti rugi sama yang membeli di Blitar itu," kata Basuki.