Polisi Kesulitan Cari Pelaku Penodongan Pistol ke Pengamat Kepolisian
- Viva Malang
Malang, VIVA – Pengamat kepolisian Bambang Rukminto ditodong oleh beberapa orang menggunakan replika pistol di Jalan Danau Yamur, Kedungkandang, Kota Malang sekira pukul 14.30 WIB, Jumat, 23 Juni 2023.
Bambang bahkan menanyakan langsung progres penanganan ini ke Polresta Malang Kota pada Senin, 17 Juli 2023. Dia ingin tahu sejauh mana upaya Polresta Malang Kota dalam menyelidiki kasus yang dia laporkan.
"Saya tanyakan progres penanganan kasus penodongan terhadap saya pada 23 juni 2023 lalu. Saya berharap sudah ada informasi yang lebih spesifik, terkait kemajuan siapa orang yang melakukan itu kepada saya," kata Bambang, Selasa, 18 Juni 2023.
Bambang tidak ingin berspekulasi lebih jauh terkait peristiwa yang dia alami. Dia menyerahkan sepenuhnya progres penyidikan ke polisi. Lebih dari itu penanganan ini demi menciptakan rasa aman dan nyaman di lingkungan Kota Malang.
Peneliti Institute for Security and Strategic Studies (ISSES) itu pun menyebut progres penyidikan polisi baru sebatas pengumpulan data CCTV di sekitar lokasi dan juga pemanggilan saksi.
"Sudah ada pemeriksaan lanjutan, kawan kawan kepolisian menyampaikan kepada saya terkait pemeriksaan CCTV di sekitar tkp, lalu saksi saksi juga sudah dilakukan, sekarang sudah hampir satu bulan, dan saya ingin menanyakan progres tersebut," ujar Bambang.
Sementara itu, Wakasat Reskrim, AKP Nur Wasis menyebut polisi masih melakukan penyelidikan. Penyidik masih mengumpulkan bukti agar segera mengenali pelaku yang melakukan penodongan.
Mereka kini melakukan penelusuran dengan memeriksa CCTV yang ada di sekitar wilayah dan di daerah pelaku kabur.
"Nanti setelah kami dapatkan secara utuh kami akan tunjukkan kepada pelaku, apakah yang ada di dalam CCTV tersebut merupakan pelaku yang dimaksud," tutur Nur Wasis.
Polisi juga mengaku kesulitan untuk pengungkapan kasus ini. Pertama adalah minimnya saksi dan kedua adalah bukti-bukti lain. Polisi saat ini masih terus melakukan penyidikan untuk mengungkap pelaku.
"Sampai saat ini kesulitannya adalah minimnya saksi tapi itu bukan alasan kita untuk tidak melakukan penyelidikan memang saksi ini dibuktikan tetapi kami juga membutuhkan bukti bukti lain salah satunya kami mencari CCTV yang waktunya relevan saat kejadian dan akan kami padukan dengan sketsa yang dibuat oleh pelapor," kata Nur Wasis.
Selain itu, penyidik polisi juga meminta kepada Bambang untuk membuat sketsa wajah pelaku. Tujuannya, agar penyidik bisa memadukan dengan data yang ada di CCTV.
"Pak Bambang (pelapor) juga kami minta untuk membuat sketsa wajah pelaku yang nantinya akan kami padukan dengan data yang ada di rekaman CCTV, kira kira relevan yang mana," ujar Nur Wasis.