Pengamat Kepolisian Ditodong Pistol di Sawojajar Kota Malang Saat Perjalanan Pulang

Ilustrasi
Sumber :
  • ANTARA/Andika Wahyu

Malang, VIVAPengamat Kepolisian Bambang Rukminto ditodong pistol oleh komplotan orang yang diduga adalah perampok. Peristiwa itu terjadi di Jalan Danau Yamur, Kedungkandang, Kota Malang sekira pukul 14.30 WIB, Jumat, 23 Juni 2023. 

Pesan Wali Kota Malang Saat Salat Ied di Masjid Agung Jami

Saat itu Bambang baru saja pulang dari sebuah toko ritel modern di Jalan Danau Kerinci atau daerah Sawojajar, Kota Malang. Usai dari toko ritel modern dia akan pulang menuju rumahnya yang hanya berjarak sekira 200 meter. 

Usai menyebrang dari Jalan Danau Kerinci menuju Jalan Danau Yamur. Dia langsung dipepet oleh 4 orang dengan 2 sepeda motor. Saat itu pelaku dengan nada mengancam meminta handphone milik Bambang. 

Event Madyopuro Mangano Bakal Sambut Pemudik di Awal Lebaran

"Saya tanya kamu dari mana. Maksutnya apa," kata pria asal Kediri ini, Jumat, 23 Juni 2023. 

Setelah itu 2 orang turun dari motor sambil mengeluarkan benda yang diduga senjata api menyerupai pistol. Bambang mengira bahwa benda itu adalah air soft gun. Bambang yang telah mengukur dampak dari resiko tertembak air soft gun akhirnya memberanikan diri untuk melawan dan merebut senjata itu. 

Hiswana Migas Malang Imbau Warga Tenang, Karena Stok BBM dan Gas Aman

"Saya rebut saya pukulkan ke wajah mereka. Lalu mereka kabur satu ke arah Jalan Danau Kerinci satu ke arah Velodrome. Mereka tidak pakai penutup kepala, juga tidak pakai helmt," ujar Bambang. 

Peneliti Institute for Security and Strategic Studies (ISSES) itu pun lantas membawa benda yang diduga senjata api itu ke rumahnya. Setelah diperiksa, ternyata benda yang diduga senjata api itu hanyalah replika seperti korek api. 

"Itu semua ada di CCTV (aksi perampokan). Polisi juga sudah melihat dan mengambil rekaman. Itu CCTV milik RT. Besok saya akan laporan ke Polresta Malang Kota. Saya juga sudah ditelpon sama Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Budi Hermanto," tutur Bambang. 

Bambang sendiri mengaku heran dengan aksi percobaan perampokan yang dia alami. Sebab, lokasi kejadian juga cukup ramai lalu lalang kendaraan. Apalagi peristiwa itu dilakukan pada siang bolong. Rencananya, dia akan melaporkan peristiwa ini ke Polresta Malang Kota pada Sabtu, 24 Juni 2023.