2 Tempat Wisata di Kota Batu Raih Sertifikat Grade A

Manajemen BNS dan Jatim Park III menerima sertfikasi Grade A.
Sumber :
  • Viva Malang/Galih Rakasiwi

Batu, VIVA – Dua tempat wisata di Kota Batu raih sertifikat Grade A dari Lembaga Sertifikasi Usaha Lintas Sertifindo Unggul yang ditunjuk oleh Kemenparekraf. Dua tempat itu adalah Batu Night Spectacular atau BNS dan Jatim Park 3.

img_title Koni Batu Gaspol Evaluasi Porprov, Siapkan Regenerasi Atlet Menuju 2027

Kedua tempat wisata dibawah naungan Jatim Park Group tersebut meraih sertifikasi kategori tempat rekreasi dan arena permainan.

Pimpinan Asesor LSU, Ihsan Averroes menjelaskan kedua tempat wisata itu dinyatakan memenuhi standar setelah memenuhi 5 unsur yang dinilai yakni aspek Fasilitas, Sumber Daya Manusia, Pelayanan, Produk dan Sistem Manajemen.

img_title Perjuangan Pemkot Batu Raih Pengakuan Budaya Nasional, Mulai Prasasti Sangguran hingga Kampung Tempe Beji

"Kredibilitas sebuah tempat wisata ditentukan oleh banyak hal. Mulai dari fasilitas, sumber daya manusia, pelayanan, produk dan siste, manajemen. Jika itu semua terpenuhi, maka tempat wisata itu bisa dinyatakan aman, nyaman dan layak untuk dikunjungi," katanya, Selasa, 12 Desember 2023.

Kedua tempat dinyatakan Grade A mulai dari pemantauan produk, manajerial, sarpras, struktur organisasi hingga SDM sudah memenuhi standar usaha. Termasuk dari aspek standar kesehatan dan keselamatan kerja (K3).

img_title Puluhan Pejabat Pemkot Batu Ikuti Uji Kompetensi Kursi Sekda Jadi Sorotan

"Tapi kita masih memberikan saran atau rekomendasi untuk perbaikan di aspek kelengkapan prosedur hingga kerapian ruang. Namun, aspek itu masih dapat dievaluasi dalam waktu dekat," ujarnya.

Sertifikasi ini penting agar kredibilitas pengelola wisata dalam menjamin pelayanan dan kenyamanan pengunjung terjaga secara optimal. 

"Dengan begitu, pengunjung akan merasa aman dan nyaman saat berkunjung," tuturnya.

Sementara itu, Dirut Jatim Park 3, Suryo Widodo menjelaskan sertifikasi bertujuan untuk memajukan industri pariwisata di Kota Batu. Pasalnya bila tanpa sertifikasi, pengelola wisata tidak akan tahu dan belajar tentang manajemen pengelolaan wisata.

"Adanya sertifikasi bisa dijadikan acuan dan standar tertentu. Oh ternyata ada manejemen mutu yang harus kita lakukan, aksesibilitas difabel dan lain-lain. Ini membuat kita terus belajar jadi lebih baik,'' ujarnya.

Terlebih pihaknya juga tidak kurang tahu soal standar tempat rekreasi ini karena memang belum ada diatur oleh Pemkot Batu seperti halnya Perda Gedung dan Bangunan, Perda Standarisasi dan lain sebagainya. 

"Sebenarnya komitmen dalam memenuhi standar usaha wisata sudah dilakukan sejak lama. JTP 1 menjadi tempat wisata pertama mereka yang telah mendapat sertifikasi. Raihan sertifikasi Grade A pada JTP 3 dan BNS ini menjadi penyempurna layanan terhadap wisatawan," tuturnya.

Halaman Selanjutnya
img_title